Pontianak Sanksi 200 Warung Kopi Yang Langgar Protokol Kesehatan

0 976

INIBORNEO.COM, Pontianak – Kota Pontianak memberikan sanksi terhadap sekitar 200 warung kopi yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Total jumlah pelanggaran selama penertiban hingga pekan ini sebanyak 580 kasus.

“Selain warung kopi, pelanggaran dilakukan oleh perorangan,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana menyatakan, Minggu.

Bagi pelanggar protokol kesehatan perorangan bisa diberikan sanksi sosial atau denda sebesar Rp200 ribu, sementara bagi pelaku usaha didenda sebesar Rp1 juta atau hingga saat ini sudah tercatat sebesar Rp146 juta.

“Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dalam memutus rantai penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, mengatakan, penularan Covid-19 di Kota Pontianak masih cukup tinggi atau belum menunjukkan penurunan angka penularan yang signifikan. Walau demikian di beberapa rumah sakit sudah menunjukkan adanya penurunan kasus penderita yang di rawat.

“Tapi penurunan kasus belum banyak, jadi kita menduga transmisi virus di lapangan masih banyak,” katanya. Buktinya, dalam beberapa kali pemeriksaan pada tempat kerumunan, ditemukan warga yang positif COVID-19. Bahkan pada tes usap beberapa waktu lalu pada dua tempat ditemukan total lima orang positif COVID-19.

“Ini menunjukkan pada tempat kerumunan memiliki risiko untuk menularkan virus ini. Virus ini pada tempat kerumunan didapatkan dari anak muda yang tanpa gejala, sehingga diperlukan kesadaran dari semua pihak dalam melakukan pencegahan,” katanya.

Dia menambahkan, kasus OTG (orang tanpa gejala) Covid -19 di tempat-tempat kerumunan di Pontianak sudah hampir tidak “terkendali” sehingga masyarakat harus lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Razia protokol kesehatan tetap dilakukan di tempat-tempat kerumunan, yang dari tes cepat dan tes  usap ditemukannya kasus positif COVID-19 dengan OTG,” tambahnya.

Sebelumnya, pemeriksaan serupa sudah dilakukan pada titik-titik kerumunan seperti di warkop dan kafe, hasilnya menunjukkan bukti bahwa pada tempat kerumunan memang berpotensi penularan COVID-19. “Tidak hanya di warkop atau kafe, di GOR juga kami temukan ada yang positif COVID-19,” ujarnya.

Berdasarkan laporan terakhir Pontianak masuk zona orange tetapi dengan nilai yang sangat minimal. Zona orange indikator nilainya dari 1,9 hingga 2,4, sementara Kota Pontianak berada pada nilai 2, artinya, jika terjadi peningkatan kasus sedikit saja maka berpotensi kembali lagi ke zona merah. “Ini yang harus menjadi perhatian kita semua bagaimana tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Sidiq.

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...