Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Polda Kalbar Sita Sisik Trenggiling

  • Bagikan
Sumber: Humas Polda Kalbar
banner 468x60
Bengkayang – Perburuan dan penjualan satwa yang dilindungi Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem masih saja terjadi di Kalimantan Barat. Kamis (29/08/2019), Polda Kalbar berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti 3 kilogram sisik trenggiling di jalur perbatasan RI-Malaysia.
Kejadian bermula dari info warga bahwa di sebuah warung kopi di Jalan Subah, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang ada warga menjual sisik Trenggiling. Info tersebut masuk ke tim Ditkrimsus Polda Kalimantan Barat pada tanggal 8 Agustus 2019.
“Maka, selanjutnya keesokan harinya tim bergerak melakukan penyelidikan dan mencari informasi terkait sisik trenggiling itu,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah SIK.
Di jalur perbatasan RI-Malaysia, tepatnya di Jalan Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Unit 1 Subdit 4 Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat  yang dipimpin oleh IPTU Marhiba, kemudian mengamankan 1 orang laki-laki berinisial  RN alias BM berikut barang bukti berupa 3 kantong plastik berisi sisik trenggiling sebanyak 3 kilogram di sebuah warung kopi.
“Pada saat pelaku menunjukan 1 bungkus plastik warna hitam berisi sisik trenggiling selanjutnya langsung diamankan kemudian perugas menemukan 1 buah kotak kardus bertuliskan Fullo. Dan setelah dibuka ternyata isinya sisik trenggiling yang masing masing dibungkus dengan kantong plastik warna hitam dan warna merah dengan total jumlah 4 kilogram. Terhadap pelaku berikut barang buktinya diamankan guna proses penyidikan,” jelasnya.
Menurut pelaku harga trenggiling tersebut akan dijual dengan harga Rp. 2.700.000,- perkilogram.  Sedangkan sisik tersbut dibelinya dari pemburu sebanyak 4 kilogram dengan harga Rp. 3.650.000,-.
“Barang buktinya di simpan di rumahnya di Jala Subah, Dusun Ledo, Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang,” katanya lagi.

Lelaki yang memiliki tiga bunga melati di pundaknya menjelaskan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU No 5 tahun 1950 Tentang KSDAE.

Sumber: Humas Polda Kalbar

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *