Perempuan Harus Mandiri Secara Ekonomi

0 72

INIBORNEO, Aceh – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus berupaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di bidang kewirausahaan yang menjadi salah satu isu prioritas. Bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) para perempuan khususnya ibu rumah tangga diharapkan dapat bersinergi untuk menjalankan usahanya agar seluruh perempuan indonesia bisa menjadi pahlawan ekonomi keluarga yang akan berdampak menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Penyebab semua masalah perempuan dan anak tidak terlepas dari persoalan ekonomi, jika para ibu rumah tangga bisa memperkuat dan meningkatkan kualitas diri serta mandiri di bidang ekonomi, tentunya ke depan perempuan tidak hanya mendampingi suami tapi juga akan membantu menopang ekonomi keluarga. Hal inilah yang bisa menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga saat melakukan dialog dalam Bincang Bintang bersama 300 perempuan nasabah dan 63 perempuan pendamping (Account Officer) PNM Mekaar di Kota Banda Aceh, Aceh.
Menteri Bintang juga menyampaikan pesan kepada para perempuan nasabah mekaar untuk terus semangat, jujur, disiplin dan kerja keras sesuai motto PNM. Jika model kerja ini ditanamkan, Menteri Bintang berharap semoga usaha yang dijalani tidak stagnan, bisa naik kelas dan terus berkembang lagi ke depan. “Jangan pernah menyerah dan mudah puas, ibu-ibu harus tingkatkan kualitas produk usaha dan kualitas diri masing-masing. Tidak ada yg tidak bisa dan tidak mungkin asalkan ada kemauan dan kerja keras,” tegas Menteri Bintang.
Para pendamping atau account officer (AO) PNM Mekaar juga diingatkan Menteri Bintang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam mengejar pendidikan setinggi-tingginya. “Manfaatkan program dari PNM untuk kuliah di Universitas Terbuka. Dedikasikan diri kalian untuk bekerja dengan baik dan maksimal, tapi jangan lupa untuk menuntut ilmu setingginya,” pesan Menteri Bintang.
Menteri Bintang juga meminta kepada para AO untuk mendampingi nasabah-nasabah dengan sabar. Selain itu, para AO diminta tidak hanya mendampingi nasabah dalam berwirausaha, tapi juga menjadi duta dalam menyampaikan isu-isu terkait perempuan dan anak. “Kalian adalah perpanjangan tangan kami. Mohon dukungan dan kerjasama untuk memajukan perempuan indonesia khususnya di Banda Aceh,” tutur Menteri Bintang.
Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi menyampaikan bahwa program Mekaar ini telah berlangsung selama 4 (tahun) di Provinsi Aceh dengan jumlah nasabah mencapai 102.000 orang. Di Kota Banda Aceh sendiri sudah terdapat 8.580 nasabah. “Moment ini memperkuat semangat kami dan para ibu rumah tangga untuk mengembangkan usahanya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Arief.
Di sisi lain, Plt. Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah, mengungkapkan bahwa Provinsi Aceh sangat menjujung dan mememuliakan kesetaran gender. “Saat ini, sudah bukan jamannya lagi perempuan berdiam diri di dapur dan di rumah. Di dalam ajaran agama Islam tidak ada larangan perempuan untuk aktif di ruang publik tapi juga bekerja membantu suami untuk menopang ekonomi keluarga. Salah satu sektor yang berpotensi diperkuat perempuan adalah ekonomi, perempuan sangat jeli dan teliti dalam berhitung, umumnya lebih hemat, cermat dalam berdagang dan jitu melihat peluang bisnis,” ungkap Nova.
Nova menegaskan bahwa dirinya sangat bangga jika pemerintah dan semua stakeholder khususnya di Aceh mau bekerjasama memberikan dukungan terutama terkait pemberdayaan ekonomi perempuan. “Hal ini bagus untuk ketahanan keluarga dalam memberikan generasi unggul sebagai penerus bangsa, mendorong peran perempuan, serta angka kemisikinan di daerah ini dapat kita kurangi,” ujar Nova.
Nasriden, salah satu nasabah yang merupakan perempuan kepala keluarga membagikan kisah hidupnya yang sudah bergabung dengan PNM Mekaar selama 4 tahun. Saat ini ia telah memiliki pemasukan 7 juta rupiah dari modal pinjaman awal sebesar 2 juta rupiah. Melalui usaha jual barang kelontong, saat ini ia sudah memiliki 2 karyawan. Meskipun harus merawat dan menghidupi anak seorang diri tanpa pendamping, ia mengaku tidak kewalahan dan tetap semangat membimbing anaknya yang sudah tidak memiliki ayah, agar tidak patah semangat.
Pada rangkaian kunjungan kerja di Aceh, Menteri Bintang juga mengunjungi Industri Rumahan (IR) UD. Tuna di Kota Alam, Kota Banda Aceh untuk melihat produk olahan ikan seperti ikan kayu, abon ikan, dendeng ikan, dan lain-lain serta menyapa para perempuan pelaku IR disana.*

Comments
Loading...