Perayaan Kembang Api Dilarang, Pelanggar Bakal Diisolasi Paksa

0 374

INIBORNEO.COM, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mewanti-wanti agar tidak ada perayaan kembang api di tempat publik menyambut Tahun Baru 2021 mendatang. Bagi warga yang melanggar, sanksi isolasi paksa bakal dikenakan.

“Assalamu’alaikum. Perkembangan Covid di Kalbar saat ini cendrung meningkat, terutama di daerah daerah yg tdk melakukan tes swab,” tulis Sutarmidji, di akun media sosial Facebook, hari ini.

Dia menambahkan, jika warga  tidak taat protokol kesehatan, maka akan kasus penyebaran Covid-19 akan semakin banyak. Perkataan Bang Midji, demikian dia akrab disapa, bukan tanpa bukti.

Dari hasil Razia swab di café, warung kopi dan kawasan sekitar Gedung Olah Raga, mendapatkan hasil lebih dari 30 persen positif terpapar virus Covid-19.

“Untuk itu Satgas Covid-19 memutuskan untuk tidak ada keramaian apapun bentuknya di malam pergantian tahun. Yang bandel saya pastikan akan di tindak, mau cobe sile jak,” tambahnya.

Pesta kembang api biasanya digelar di Jalan Gajah Mada, Taman Alun Kapuas dan Taman Digulis. Ketiga tempat ini tidak diperbolehkan warga berkumpul di malam tahun baru.  “Dimanapun tidak boleh. Pelaku kita isolasi langsung 14 hari di Rumah Susun Karet, Rusun Brimob Upelkes dan BPSDM. Kita harus tegas putus siklus dan atau mata rantai keterjangkitan,” kata Midji.

Pada Jumat malam (18/12), Satgas Covid-19 Kalbar melakukan Razia swab di Kepo café di Jalan Merdeka. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, mengatakan, dari 32 orang yang diswab, 13 diantaranya positif atau kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Dari 13 itu, satu diantaranya adalah penanggung jawab atau pemilik Warkop,” terang Harisson.

Harisson mengimbau, agar warga lebih bijak dalam memilih Warkop.. Jika Warkopnya kelihatan padat, orang duduk berdekatan dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan, sebaiknya Warkop seperti ini tidak dikunjungi.

“Berdasarkan beberapa pemeriksaan laboratorium dari hasil Razia di Warkop atau café, sekitar 30 – 40 persen pengunjung terpapar Covid-19,” katanya. Risiko penularan di Warkop dan Café yang abai protokol kesehatan sangat tinggi.

Jika datang ke sana, kata Harisson, kemungkinan besar akan tertular Covid-19. Semua yang terpapar hasil dari Razia Café dan Warkop adalah orang-orang yang terpapar Covid-19 dengan tanpa gelaja.

ASEANTY PAHLEVI

 

 

Comments
Loading...