Pemkot Pontianak Tegaskan Setiap Event Harus Berizin

0 59

INIBORNEO.COM, Pontianak – Menyambut Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Pontianak mengingatkan kembali prosedur mengenai protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19. Setiap event yang hendak digelar harus memiliki izin dari Satuan Tugas penanganan percepatan Covid-19 Pontianak.

“Jika tidak ada izin, maka dianggap melanggar aturan,” tegas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana. Hingga kini, Satpol PP Pemkot Pontianak bersama instansi terus melakukan penertiban dengan rujukan aturan Perwa nomor 58 tahun 2020 yang jadi pegangannya.

“Dalam penertiban ini juga diiringi rapid test (uji cepat) terhadap tempat yang terjadi kerumunan,” katanya.

Belum lama ini, Tim Satgas Covid-19 mendapati tempat usaha kafe yang tidak  menjalankan protokol kesehatan. Temuan kerumunan massa di sana sangat banyak. Bahkan saat penertiban petugas menangkap tangan pengunjung tidak menggunakan masker.

Syarifah menambahkan selain pelanggaran protokol kesehatan pada kafe tersebut juga diketahui mengadakan lomba yang tidak memiliki izin. Kemudian berdasarkan kesimpulan maka kafe tersebut diberikan sanksi penutupan hingga 14 hari.

Dirinya menyampaikan dalam masa pandemi Covid-19 sebuah penyelenggaraan event harus mengajukan permohonan izin kepada satgas Covid-19 Kota Pontianak. Akan tetapi dalam kondisi sekarang sebuah perizinan kemungkinan lebih sulit.

“Jika memang ada izin bisa dilaksanakan tapi tetap mengacu pada protokol kesehatan,” tegasnya.

Adriana menegaskan pihaknya dalam melakukan penindakan tentu secara profesional. Sehingga dipastikan tidak akan secara tebang pilih. Jika di lapangan terdapat perbedaan sanksi hal tersebut berdasarkan kesalahan yang dilakukan pengusaha.

“Jika berdasarkan hasil swab ada yang dinyatakan positif maka kafe tersebut akan ditutup tiga hari, tetapi jika melaksanakan event tanpa izin maka akan ditutup 14 hari,” tegasnya lagi.

Hingga saat ini total denda pelanggaran protokol kesehatan yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 188 juta rupiah.

“Tempat usaha yang ditutup secara total mencapai 21 kafe, sanksi terhadap mereka ditutup lalu jika ada yang tidak menggunakan masker maka akan didenda Rp 1 juta, jika mengulangi lagi akan di tutup permanen,” tandasnya.

 

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...