Pemkab Sintang Dukung Sensus Penduduk 2020

0 8

INIBORNEO, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang siap mendukung Badan Pusat Statistik (BPS) Sintang dalam rangka mensukseskan Sensus Penduduk 2020. Bupati Sintang, Jarot Winarno, menghadiri Rakorkab Sensus Penduduk 2020 di Aula Balai Praja Komplek Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Rabu (22/01/2020) pagi.

Jarot mengatakan bahwa satu data Indonesia adalah upaya untuk menyiapkan data yang akurat, mutakhir, akuntabel, bertanggung jawab dan terpadu. “Disitu isinya ada data statistikbdan geospasial, mudah diakses oleh seluruh stakeholder dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Jadi, Indonesia ini sudah sadar data,”ungkap dia.

Dalam menyusun sasaran pembangunan dan menyusun rencana kegiatan, serta program-programnya, saat ini masih menggunakan data proyeksi dari sensus penduduk dari BPS. Karena itulah, lanjut dia, data itu penting sebagai dasar atau acuan dalam pembuatan kebijakan. Pihaknya saat ini, juga menghadapi fenomena bonus demografi.

“Dari bonus demografi, kalau kita tahu angkatan kerja muda kemudian ditambah data pengangguran terbuka, baru kita lihat, kalau penduduknya banyak tapi banyak yang menganggur, bukan menjadi bonus tapi menjadi beban. Selain itu, kita juga konsen dengan kaum milenial yang akan menentukan arah kebijakan, arah masa depan satu bangsa dan satu daerah,” jelas dia.

Jarot memaparkan, bahwa sekarang ini menggunakan dua cara yang berbeda dan lebih terpadu, prelist menggunakan data dari dukcapil yang tata caranya ada dua tahap, yaitu secara daeing dan secara manual. Ia mengatakan bahwa untuk mensukseskan sensus ini butuh bantuan dari banyak pihak. Karena itu, ia berpesan kepada para camat agar mensukseskan sensus, atasi kegawatdaruratan pilkades dan harus netral dalam menghadapi pilkada.

Kepala BPS Sintang, Mochamad Suudi, mengatakan bahwa Sensus Penduduk 2020, dalam pengumpulan datanya, menggunakan dua tahap yaitu sensus secara mandiri dengan sistem daring, yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai 31 Maret 2020 dan pencacahan penduduk dilapangan pada Juli 2020. Ia mengatakan bahwa diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak dan sosialisasi secara massif dari agar masyarakat ikut terlibat dalam berkontribusi pelaksanaan sensus penduduk 2020.

“Tujuan Rakorkab Sensus Penduduk 2020 yaitu koordinasi dengan seluruh OPD dan stakeholder lainnya untuk juga mensosialisasikan kegiatan sensus penduduk 2020 yang harapannya sosialisasi ini berlanjut ke seluruh ASN di setiap OPD dan badan institusi lainnya. Rakorkab Sensus 2020 akan ditindaklanjuti denga Rakorcam yang akan dilakukan diseluruh kecamatan Kabupaten Sintang,” kata dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan Sensus Penduduk yang ketujuh pada 2020. Sensus yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali itu bakal berbeda dengan pelaksanaan sensus pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini BPS menggunakan combine method (metode kombinasi) yang menggabungkan pendataan mandiri secara online dan pendataan dari petugas yang mendatangi rumah warga (door to door).

Berikut penjelasan Kepala BPS, Suhariyanto, dikutip dari katadata.co.id :

Di Sensus Penduduk 2020 ini, untuk pertama kalinya BPS mengajak partisipasi masyarakat, untuk meng-update data dirinya. Jadi, pada 2020 nanti ada dua tahap. Yang pertama, kita punya sensus penduduk online. Masyarakat kami imbau untuk memutakhirkan data dirinya dengan keterangan-keterangan terkini.

Mulai 15 Februari sampai 31 Maret bisa masuk ke tautan https://sensus.bps.go.id. Kemudian masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Ketika sudah login, nanti di dalamnya itu ada 21 pertanyaan. Sebanyak 14 pertanyaan diisi otomatis dari data Dukcapil. Misalnya, nama sudah ada, jenis kelamin, tanggal lahir, agama, termasuk alamat. Tetapi untuk poin alamat ini nanti akan kita tanyakan, apakah alamat tempat tinggal sama dengan alamat KTP. Kalau berbeda, kami minta alamat tempat tinggalnya.

Sehingga, nanti kita ada penduduk dejure menurut KTP dan penduduk menurut defacto, karena masing-masing diperlukan. Kemudian, nanti akan ada keterangan individu, seperti pendidikan. Kalau dulu di KTP masih S1, sekarang mungkin sudah S2 sehingga perlu di-update. Juga pekerjaan, apakah masih sesuai dengan KTP.

Selain itu, ada beberapa tambahan keterangan yang terkait dengan perumahan. Bagaimana luas lantainya, bagaimana sumber air minumnya, berapa listrik yang digunakan, dan sebagainya. Jadi nanti akan ada tujuh variabel tambahan selain yang ada di Dukcapil. Data ini lah yang nanti akan digunakan untuk meningkatkan kualitas data kependudukan di Indonesia. Itu tahap pertama. Jadi, saya sangat berharap masyarakat betul-betul mau berpartisipasi lewat online.(*)

Comments
Loading...