MUI Ketapang Setujui Jenazah Korban Corona Ditangani Pemerintah

0 158

INIBORNEO, Ketapang – Majelis Ulama Islam Ketapang menyetujui jika jenazah korban virus corona ditangani pemerintah, selama tetap memperhatikan agama yang dianut korban.
“Keluarga korban musti memahami, meskipun ada keinginan untuk mengurus jenazah sendiri. Tapi karena keterbatasan alat perlindungan diri di masyarakat maka sebaiknya pengurusan jenazah oleh pemerintah yang petugas petugasnya memiliki fasilitas APD, ” kata Ustad Faisal Maksum, menjawab pertanyaan SOROT 10, tentang bagaimana masyarakat harus menyikapi, jika korban virus Corona meninggal dunia.
Ketua MUI Ketapang menambahkan, pengurusan jenazah tetap perlu memperhatikan agama, tradisi, budaya korban. Untuk umat Islam, misalnya, tetap harus dimandikan atau tayamum dan disembahyangkan. “Untuk memandikan, walau korban tetap dibungkus kantong mayat yang berfungsi sebagai kain kafan, ” katanya.
Untuk kondisi darurat, lanjutnya ini bisa dilakukan,dan mengingat kemungkinan adanya ancaman penularan kepada pihak pihak yang mengurus pemandian dll jenazah, karena peralatan yang terbatas. bangsa kita pernah mengalami saat pengurusan jenazah korban tsunami Aceh 2004 lalu.
Sebenarnya cara memandikan jenazah itu sama. Yang menjadi perbedaanya adalah alat yang dikenakan oleh orang yang memandikan pada jenazah yang disebabkan penyakit menular. “Di antaranya topi, plastik, kacamata, masker dan celemek (jas hujan), kaos tangan dan sepatu boat,” kata Faisal.
Alat-alat yang tersebut digunakan tersebut merupakan Universal Precation (UPI) atau kewaspadaan umum sesuai dengan standart yang diberikan dinas kesehatan dan WHO. Sementara untuk sholat jenazah, dikatakan Faisal, boleh disholatkan setelah dikebumikan atau sholat gaib. Tapi boleh juga tidak disholatkan, jika situasi tidak memungkinkan.

Comments
Loading...