Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Midji-Norsan  Tampung Keluhan Warga

  • Bagikan
banner 468x60

PONTIANAK-Cagub Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji usai melakukan serangkaian kampanye dialogis didaerah Kapuas Hulu mengungkapkan keprihatinannya. Ia pun berjanji akan meningkatkan hal yang seharusnya didapatkan masyarakat.

Bersama pasangannya Ria-Norsan, Calon gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama rombongan tim kampanyenya melakukan perjalanan selama sepekan di Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam perjalanan tersebut berbagai aspirasi yang ia dapatkan dari masyarakat.

banner 336x280

“Dari perjalanan yang sudah saya dan pasangan saya Ria Norsan ke Kapuas Hulu, rata-rata yang menjadi keluhan warga masih mengenai pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan perekonomian utamanya harga karet serta PETI yang adalah sumber pendapatan,” ungkap Sutarmidji di Pontianak

Ia menilai, daerah yang menjadikan PETI sebagai sumber cadangan mata pencaharian, ini berawal dari turunnya harga karet sebagai mata pencaharian pokok warga Kapuas Hulu.

“Artinya apabila harga karet turun, maka warga harus mencari tambahan pendapatan, nah tambang yang menjadi incaran masyarakat,” sebutnya

Hal ini yang nantinya akan dilakukan perbaikan kedepannya, sehingga warga tidak melakukan penambangan emas yang tak berijin, yang pada akhirnya dikejar-kejar.

“Harus disiapkan wilayah pertambangan rakyat atau kalau ada pertambangan emas besar harus ada lapangan kerja bagi masyarakat dari investor maupun perusahaan besar,” katanya

Disamping tambang emas, kata Sutarmidji, di Kapuas Hulu,  masyarakat memanfaatkan daun kratom yang merupakan satu diantara jenis daun diekspor ke Amerika namun hasil labnya belum diketahui sehingga akan difasilitasi. Sebab menurutnya tanaman ini juga menjadi penunjang kehidupan rumah tangga masyarakat dan sebagainya.

“Kedepan harus dipikirkan ada industri yang barang jadi atau setengah jadi karena sebagian besar penghasilan masyarakat Kapuas Hulu dari karet,” terangnya.

Kemudian persoalan Infrastruktur di Silat Hulu dan Silat Hilir, Sutarmidji menyebutkan hampir tidak pernah didatangi calon kepala daerah maupun kepala daerah sehingga kawasan itu, menurutnya berkembang tidak sesuai yang diharapkan masyarakat.

“Disuatu waktu ada 6 anak menjadi korban meninggal dunia karena hanya saat menyebrangi sungai sehingga menyebabkan masyarakat tidak ingin mengikuti pilkada, pilpres dan semuanya padahal jika diselesaikan, dengan bersinergi antara APBD Provinsi dan Kabupaten bisa,” katanya.

Selain itu, menurut Midji juga ada daerah yang tidak tersentuh, padahal bisa jika dibuat steher penyebrangan, dan motor penyebrangan maka akan bisa digunakan oleh masyarakat.

“Dari perjalanan yang kita lakukan, kesemua keluhan masyarakat yang kita datangi ini sesuai dengan visi misi kita meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *