Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Menikah Di Tengah Pandemi, Pengantin : Kami Ikhlas Dan tetap Bersyukur

  • Bagikan
banner 468x60

INIBORNEO.COM, Pontianak – Pasangan pengantin Dwi Adhe dan Arif Setiawan harus rela acara pernikahan mereka di batalkan, demi kepentingan  banyak orang mereka harus tak menyelenggarakan acara resepsi. Hanya akad nikah saja yang dapat mereka gelar.

“Seperti pada umumnya acara pernikahan, konsep awal nikah dan resepsi disatukan dalam satu hari saja dan dilaksanakan di rumah pengantin perempuan. Pagi dilakukan akad nikah dan siang sampai malam dilanjutkan dengan acara resepsi,” ungkap Dwi Adhe.

banner 336x280

Acara yang rencananya akan di gelar pada tanggal 4 April 2020 itu bahkan sudah direncanakan 3 bulan sebelumnya, besar harapan kedua pasangan ini di harinya mengikat janji, tak lain dan tak bukan adalah bisa dihadiri dan disaksikan oleh keluarga besar keduanya. Tapi Pandemi ini memang tak bisa dielakkan dan untuk mengundang banyak orang tentu saja dilarang.

Semula pasangan ini mengira pesta pernikahannya akan berjalan sesuai rencana. Isu corona yang saat itu tengah menjadi pergunjingan dunia, dikiranya tidak akan separah ini berdampak. Seiring dengan semakin dekatnya hari pernikahan, di saat itu pula, kasus positif Corona bermunculan, tak terkecuali di Kota Pontianak. Perasaan was-was mulai menghantui, terlebih ketika ada anjuran untuk tidak berkumpul dikerumunan.

“Berita simpang siur juga yang beredar seputar kasus Corona hingga pada puncaknya adanya himbauan pemerintah untuk meniadakan diselenggarakannya acara resepsi pernikahan padahal acara sudah dekat kurang lebih tinggal satu minggu lebih lagilah menuju resepsi. Jleb, tentu saja kami kecewa dengan hal tersebut, karena undangan yang sudah jadi tentu saja batal untuk disebar,” tutur dia.

Di tengah kegalauan dan kecemasan itu, kedua sejoli ini saling menguatkan diri. Mereka yakin, niat mereka menikah merupakan hal baik dan merupakan ibadah. Dengan keyakinan, rencana pernikahan tetap berlanjut meski hanya akad saja. “Yakin saja, Bismillah, karena menikah itu suatu hal yang baik. Insya Allah kami yakin pasti ada hikmah baik juga dibalik semua peristiwa yang terjadi,” ucap dia.

Aturan menikah sesuai aturan pun diikuti. Pasangan ini mengikat janji di rumah mempelai perempuan, dengan jumlah yang hadir di ruangan hanya 10 orang. Para tamu lain juga hadir tapi menunggu di luar saja, itu pun jumlahnya sangat sedikit. Untuk langkah antisipasi virus, pihaknya menyediakan tempat mencuci tangan beserta sabun dan handsanitizer.

Ada rasa kecewa dari pasangan ini dan kedua belah keluarga. Tetapi, jika dipikirkan mudaratnya, perkumpulan banyak orang akan membuka potensi penyebaran virus. Ini semua demi kepentingan banyak orang, meski harus mengorbankan pesta pernikahan yang diharapkan.

“Kami ikhlas. Setelah menikah, perasaan kami bahagia walaupun pernikahan kami tidak semeriah yang diharapkan, tapi semuanya harus tetap disyukuri,” pungkasnya.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *