Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Mencari Penghidupan Di Luar Hutan

  • Bagikan
banner 468x60

PONTIANAK- Terjadinya degradasi terhadap hutan mangrove, salah satunya diakibatkan penebangan yang menjadi sumber pencarian masyarakat, khususnya dikawasan pinggiran.

Kebutuhan akan luasan hutan tropis melalui pembentukan konservasi lintas batas kawasan telah lama diakui oleh banyak negara dan masyarakat internasional sebagai sebuah inisiatif yang penting untuk menjaga ekosistem dan sumber daya hayati serta untuk meningkatkan manfaat sosial, ekonomi dan jasa lingkungan bagi masyarakat.

banner 336x280

International Tropical Timber Organization (ITTO) telah mendukung pembentukan lebih dari sepuluh juta hectare area konservasi lintas batas kawasan, dimana satu juta hectare diantaranya merupakan bagian dari Taman Nasional betung Kerihun – Danau Sentarum Kalbar.

Indonesia berkisar antara 17 juta hectare hutan mangrove, namun lebih dari setengahnya terjadi degradasi, salah satunya dikarenakan adanya konfersi, seperti tambak atau kolam ikan. Sehingga diperlukan upaya penyelamatan.

“Perlu ada upaya menyelamatkannya, sebab banyak hutan mangrove yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat setempat dalam upaya mendukung kehidupan, salah satunya dengan menanam kembali, akan tetapi perlu kerjasama utamanya pada masyarakat lokal,” ujar Coordinator Project ITTO, Hiras Sidabutar saat kunjungannya di Pontianak

Rata-rata hutan mangrove yang ada di Kalbar berada pada kawasan perbatasan, seperti halnya berbatasan langsung dengan laut cina selatan, kemudian Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) sebagai ekosistem lintas batas antara Indonesia-Sarawak Malaysia yang diselenggarakan oleh Badan pelaksana TNBK, dalam hal ini ITTO berinisiatif mempromosikan dari TNBK

“lni juga sejalan dengan Nawacita Presiden Joko Widodo, yang ingin membangun dari daerah pinggiran,” sebutnya

Hanya saja hal ini juga terkendala akibat terjadinya penebangan pohon yang masih tidak sesuai aturan, sehingga berdampak pada pengurangan hutan mangrove serta ekosistem yang ada didalamanya.

“Boleh saja menebang asal dengan aturan, sebab aturan itu dibuat untuk melestarikan, kalau tebang sepuluh pohon tanamlah kembali dengan jumlah yang sama,” terangnya

Namun solusi lain yang bisa dibuat oleh masyarakat yang berada dikawasan hutan mangrove yakni menciptakan sumber penghidupan diluar hutan.

“Ibarat gula dan semut, bagaimana kita menciptakan gula diluar hutan, artinya kita ciptakan sumber kehidupan diluar hutan, tidak terus menerus menguras sumber yang ada dihutan itu sendiri, pasti masyarakat akan mendukung, apalagi hutan mangrove cukup banyak sumber daya laut yang bisa dimanfaatkan, akan tetapi apa yang harus dibangun, tentu berdasarkan keinginan masyarakat,” sambung Hiras

Sementara untuk perusahaan yang tidak patuh terhadap peraturan terkait penebangan pohon tentu ada sangsi yang diberikan, hal ini bertujuan agar lebih lestari dan berkelnajutan.

“Maka dari itu aturan dibuat, harus disiplin agar lestari dan manfaatnya untuk kebrelanjutan,” tutupnya

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *