Mencari Nahkoda Baru Partai Golkar Kalbar

0 15

INIBORNEO, Pontianak – Pengurus DPD Partai Golkar Kalimantan Barat menggelar musyawarah daerah (musda), di Hotel Ibis Pontianak, Sabtu (29/2/2020).

Salah satu agenda pentingnya adalah pemilihan ketua partai berlambang pohon beringin tersebut di Kalbar.

Ketua DPD Golkar Kalbar, Ria Norsan menyebut, dalam pemilihan ketua yang baru, dia tidak ingin sampai pada mekanisme voting.

Hal itu untuk menjaga agar kader partai tetap utuh.

“Kami mengutamakan musyawarah mufakat, karena kita tidak ingin Golkar ini terpecah. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana,” kata Norsan usai pembukaan musda.

Norsan dipastikan kembali mencalonkan diri maju sebagai calon Ketua DPD Golkar Kalbar.

Calon lain yang juga memastikan diri adalah Anggota DPR RI yang juga menjabat Ketua Bappilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurrahman.

“Saya dan Pak Norsan bersepakat musda ini kita jalankan dengan semangat sukacita, kebersamaan yang kita prioritaskan dan ada spirit persatuan,” kata Maman.

Maman ingin Golkar Kalbar tetap solid. Guna mencapai tujuan partai ke depan.

Menurut dia, adanya musyawarah untuk mufakat merupakan mimpi paling ideal bagi semua kader Golkar. Musda kali ini diharapkan mengarah ke sana.

Namun, tentu ada proses yang akan dilalui bersama. Biarkan proses musda ini berjalan.

“Nanti kita akan melihat sampai di mana titik temu atau ujungnya,” tutur Maman.

Sementara itu, Musda DPD Partai Golkar Kalimantan Barat juga dihadiri pengurus DPP Partai Golkar, yakni Azis Syamsudin dan Ahmad Doli Kurnia.

Dalam kesempatannya, Azis Syamsudin berpesan agar musda ini dapat berjalan dengam musyawarah mufakat.

“Kita harapkan musyawarah mufakat, mudah-mudahan bisa musyawarah mufakat,” kata Aziz.

Azis enggan membeberkan arah dukungan DPP pada para calon ketua Golkar Kalbar. Dia memastikan DPP berada dalam posisi mengayomi semua pihak.

Ahmad Doli Kurnia menambahkan, jika ada peluang untuk musyawarah untuk mufakat tentu akan menjadi langkah yang baik.

“Kalau memang dimungkinkan untuk musyawarah mufakat, itu akan lebih baik,” kata Ahmad Doli Kurnia.

Mekanisme musyawarah mufakat yang dimaksudkan itu mengharapkan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kalbar terpilih secara aklamasi, bukan melalui mekanisme voting.

“Kalaupun tidak tercapai kata mufakat, ada mekanisme demokratis voting yang harus kita hargai. Tetapi itu bukan untuk membuat kita tidak solid,” tuturnya.

Setiap musda, harus menghasilkan keputusan yang terbaik dan disepakati semua elemen, demi menjaga soliditas dan keutuhan partai.

“Siapapun nanti yang akan terpilih, harus kita hormati,” ucapnya.

Comments
Loading...