MEMAINKAN TRIBES

0 61

INIBORNEO.COM, URS Business Notes – Ini termasuk gagasan lama. Penyampaiannya sudah sejak tahun 2009. Berarti ilmu ini sudah 11 tahun lebih digagas Seth Godin.

Tribes, dalam bahasa Indonesia artinya “suku”. Sebuah kelompok yang menggabungkan dirinya karena kesamaan yang disepakati. Bisa hobi, visi sosial, hingga ideologi beragama.

Saat menetap di Jogja, saya akrab dengan salah satu anggota HDCI Sleman. Harley Davidson Club Indonesia, jejaring saat saya dakwah ke Perth, akhirnya nyambung dengan beliau.

Saya pun ngobrol tentang HDCI, akhirnya saya mulai sadar jika club ini gak sekedar hobi Harley, namun memang sebuah komunitas jejaring produktif yang juga punya dampak ke karir.

Lebih dari itu, nampaknya dari sinilah Harley Davidson terus mendapatkan revenue dari bisnis. Adanya komunitas Harley ini membuat pembelian pernak-pernik ala Harley selalu dibeli oleh anggota. Rutin malah. Nampaknya gak hanya jualan motor, tapi jualan segala hal terkait Harley.

Motornya besar, berat, dan memang nampaknya bukan untuk dipakai sehari-hari. Ceruk segmennya kecil. Bukan produk massal. Tapi bisnisnya hidup sampai saat ini.

Di video ini Seth Godin juga mencontohkan gerakan sosial yang menggunakan Tribes.

Pencinta binatang berjuang mengkoneksikan para relawan yang peduli dengan pembunuhan anjing tak bermajikan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Menghubungkan mereka yang memiliki kesamaan visi, menghubungkannya, lalu memobilisasi kekuatannya untuk merubah sebuah regulasi, ternyata berhasil dilakukan “tribes” ini.

Sangat menarik penyampaian Seth Godin di sekitar 17 menit pemaparan. Saran saya ditonton. Wajib. Agar Anda mengerti bagaimana dunia bekerja hari ini.

Sangat banyak hal yang bisa diulas dari pokok bahasan tribes, namun saya hanya ingin membahas satu sub bahasan yang harus sangat diperhatikan oleh pebisnis hari ini.

“Untuk membangun tribes, Anda tidak butuh jutaan orang, Anda bisa mulai dari 1.000 orang yang memiliki visi yang sama, lalu menghubungkannya dan biarlah 1.000 orang tersebut bergerak membangun lingkar-lingkar kecil berikutnya”.

Al Gore melakukan itu. Dia tidak kampanye tentang Global Warming sendirian. Pada akhirnya ada ratusan orang yang bersertifikat dan menyampaikan gagasan yang sama. Kampanye global warming menggerakkan banyak negara maju untuk membangun green energy.

Anda bisa bayangkan, sebuah arah negara didorong oleh Tribes non parpol. Betapa dahsyatnya kekuatan tribes ini jika terhubung dengan baik.

Lalu bagaimana dengan bisnis? Bagaimana implementasinya di bisnis?

Sebenarnya satu dua orang sudah melakukan, mungkin gak sadar.

Saya meneliti sebuah komunitas reseller. Jejaring penjualan. Dominan emak-emak.

Komunitas reseller emak-emak dipimpin oleh digital marketer public figur. Semua ber “imam” ke beliau. Lalu dibangunlah kesamaan visi, emak-emak harus bangkit, dibangunlah story, memang dari kisah nyata, owner brand nya meniti karir dari pembantu rumah tangga hingga jadi pemilik bisnis.

Hayooo…. Tebak…. Hehehe.. Biar jadi PR aja ya.. Nyari sendiri.

Akhirnya terbangun tribes emak-emak, yang dulunya tukang bakso, yang dulunya dicerai suami dan harus ngidupin anak-anak sendirian, yang dulu jatuh, jadi punya “common sorrow”, punya penderitaan yang sama.

Kesamaan inilah yang mengenerate lahirnya Tribes. Disamping memang produk dan brand nya yang ter urus dengan baik, tapi menurut hemat saya, ini sudah jadi Tribes. Ini sudah jadi “Parpol” emak emak penjual segala apa yang bisa dijual.

Pola Tribes ini saya gunakan juga di Berkah Box. Donatur yang berdonasi adalah mereka yang berdonasi karena postingan akan sosial ekonomi, jadi kami membangun tribes yang pro pemerataan sosial, yang pro akan meratanya kesejahteraan.

Per tulisan ini saya tulis, donatur hanya 2.700 orang, namun hampir 50% berdonasi rutin minimal sebulan sekali. Tribes nya bekerja. Maka konsep membangun suku yang kuat harus dibangun didalam gerak sociopreneur, apalagi entrepreneurship.

Hari ini kita masuk pada kompetisi alam terbuka. Tulisan-tulisan saya sebelumnya sudah bicara tentang tidak adanya proteksi atas UMKM.

Hari ini kita bikin produk A, besok-besok perusahaan besar bisa bikin produk A juga.

Hari ini kita melayani pasar A, besok perusahaan besar bisa ikut genit juga main recehan. Beneran. Gak ada titik aman.

Hari ini kita aman melesat di suatu layanan, besok bisa habis dihantam orang lain.

Maka semua ini bisa kita proteksi, jika kita membangun TRIBES. Kalo sudah terikat dengan sukunya, dengan komunitasnya, dengan ikatan brand nya, dengan hubungan antar sesama pembeli, InsyaAllah bisnis Anda akan lebih kuat.

Semoga bermanfaat, segera bangun Tribes, wahai Kepala Suku! (r-papiadjie)

Comments
Loading...