Masuki Zona Merah Covid-19, Pontianak Razia Masker dan Batasi Keramaian

0 1.308

TEMPO.CO, Pontianak – Kota Pontianak pekan ini masuk kategori zona merah penyebaran covid-19. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono pun mengambil kebijakan memperketat penggunaan masker dan memberlakukan pembatasan keramaian.

“Meningkatnya kasus covid-19 disebabkan karena masyarakat kurang patuh dengan protokol kesehatan. Selain itu tindakan tes uji usap yang diambil lebih banyak juga menimbulkan temuan covid yang lebih banyak,” kata Edi, kepada Media.

Edi pun akan memberlakukan Razia masker dan membatasi tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan. Dia menjelaskan tempat-tempat berpotensi kerumunan yang akan dibatasi nanti waterfront dan beberapa ruang terbuka hijau. Namun, masyarakat tetap bisa melaksanakan resepsi pernikahan tetapi dengan pembatasan dan pengawasan.

Pembatasan aktivitas malam juga diperpanjang. Masyarakat masih bisa melakukan aktivitas di bawah jam sembilan  malam. Zona merah di Kota Pontianak disebabkan karena adanya kenaikan kasus covid.

Selain itu, terjadi pula kenaikan kasus kematian, penurunan jumlah pasien sembuh, penurunan jumlah spesimen uji usap, positif rate meningkat, serta tempat tidur RS penuh. “Ini yang menjadi variabel keluarnya nilai agregat yang menyebabkan Pontianak masuk resiko tinggi zona merah,” katanya.

Edi memprediksi peningkatan kasus masih akan terjadi, jika masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan. Penyebaran kasus belakangan terjadi melalui kluster perkantoran dan keluarga. Maka, pendataan akan terus dilakukan. Edi berencana akan meminta bantuan pemerintah pusat terkait pencegahan maupun penanggulangan.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengumumkan naiknya status Kota Pontianak menjadi zona merah, melalui akun media sosialnya. “Kabar tak baik dari Satgas Pusat, Pontianak masuk Zone merah,” kata Sutarmidji.

Dari 22 kasus kematian , 16 kasus dari Pontianak. Tambahan ini sekaligus meningkatkan kasus covid-19 di Kalimantan Barat menjadi tiga kali lipat, dan angka kematian meningkat empat kali lipat . “Selaku ketua Satgas Provinsi, saya harap walikota lebih gencar lakukan pencegahan. Tutup dulu semua tempat yang potensi terjadi kerumunan orang selama 1 minggu. Saat ini yang di rawat di rumah sakit di Kalbar  lebih dari 200 orang,” katanya.

 

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...