Manager SPBU di Melawi Jadi Tersangka Kasus BBM Ilegal

0 10

INIBORNEO, Pontianak – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan MK, manager SPBU di Kabupaten Melawi sebagai tersangka. MK diduga terlibat transaksi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal.

“Telah ditetapkan status tersangka terhadap Manager SPBU NO. 64.786.07 dengan inisial MK, penetapan ini adalah hasil dari pengembangan kasus ditangkapnya 6 tersangka para penampung BBM bersubsidi pada 16 Januari 2020 lalu di salah satu SPBU di Kabupaten Melawi,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Mahyudi Nazriansyah.

Ditreskrimsus Polda Kalbar sendiri telah menyelidiki kasus ini selama beberapa waktu, sebelum menetapkan MK sebagai tersangka. Mahyudi menjelaskan, peran MK selaku manager SPBU ialah menentukan kelebihan harga yang di jual kepada para penampung. “Harga yang ditetapkan pemerintah perliternya untuk solar itu adalah Rp 5.150, kemudian MK melakukan perjanjian kepada para penampung dengan menaikan harga perliternya menjadi Rp 5.700,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, manager SPBU berinsial MK ternyata juga berperan dalam menentukan banyaknya jumlah solar yang bisa dibeli oleh para pengantri atau penampung baik dengan kapasitas besar yang menggunakan drum maupun dengan menggunakan tangki yang telah modifikasi.

“Jadi perliternya SPBU ini untuk solar mendapatkan 550 rupiah. Total kemarin yang berhasil disita pada tanggal 16 Januari sebanyak 5.200 liter.” katanya

Atas perbuatan yang dilakukan oleh MK, ia terancam dikenakan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (*)

Comments
Loading...