Kasus “Tilang” Brigadir DY di Kamar Hotel, Begini Pengakuan dan Permintaan Korban

SW: Maunya saya, oknum itu copot seragam. Dipecat!

0 943

INIBORNEO.COM, Pontianak – Raut wajah SW masih tampak lesu. Matanya sedikit bengkak, seperti kebanyakan menangis. Gadis usia 15 tahun ini merupakan korban pemerkosaan oleh oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak, Brigadir DY.

Saat ini, warga Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat tersebut sedang berjuang mencari keadilan. Beragam upaya sudah dilakukan, mulai dari melaporkan Brigadir DY ke Polresta Pontianak, sampai meminta pendampingan ke lembaga bantuan hukum atau perlindungan anak. Agar, ada tanggungjawab yang setimpal.

Saat dikunjungi kediamannya, pihak keluarga menunjukkan bukti laporan perkara ini. SW pun memulai awal dari semua kisah kepahitan hidupnya, sebelum dan sesudah perbuatan Brigadir DY itu.

“Waktu itu (Selasa 15 Sept 2020), saya dari rumah mau pasang behel (gigi). Kemudian saya mau ke TPI (Pontianak Barat). Di persimpangan lampu merah, kena tilang oleh oknum polisi itu (Brigadir DY),” kisahnya, Sabtu (19/9/2020).

SW saat memberikan keterangan terkait yang dialaminya–Dok. iniborneo.com

Kala itu, cerita SW, Brigadir DY langsung mengambil kunci sepeda motor yang ditumpangi bersama YF, teman yang dipanggilnya kakak. “Kami disuruh seret (dorong) motor itu ke pos,” jelasnya.

Setibanya di Pos Polisi Garuda, Jalan Sultan Hamid, SW dan YF ditanyai kenapa tidak menggunakan helm ganda. “Kakak menjawab tidak ada helm,” ceritanya.

4 Pelanggaran Lalin

Saat itu, lanjut SW bercerita, Brigadir DY langsung bilang bahwa ada empat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan mereka. “Dia bilang kesalahan kami ada empat. Setelah kami bilang tidak tahu, disebutkan dia kalau kesalahan kami tidak pakai helm, masker, KB (plat nopol) tidak dipasang dan STNK sudah mati,” beber SW.

Dari semua pelanggaran itu, kata SW, mereka diberi pilihan hanya satu pelanggaran saja yang harus diselesaikan dendanya. Satu denda itu, harus dengan membayar Rp 200 ribu lebih.

“Kakak kemudian disuruh keluar. Tinggal saya dengan oknum polisi itu saja. Dia bilang kalau tidak mau ditilang ayo ikut Abang,” cerita SW menirukan kalimat Brigadir DY.

Lantas, SW bertanya mau dibawa kemana. Sambil bilang mau pinjam motor untuk ambil uang denda. Tapi, Brigadir DY tetap tidak memberikan kunci motor yang disitanya tadi.

“Dia bilang tidak bisa. Dia bilang ikut dia kalau tidak mau ditilang, kawan disuruh pergi dulu katanya. Dia keluarkan motor saya langsung ikut naik di belakang,” jelasnya.

Dibawa ke Hotel dan Diberi Minum

SW mengaku tidak tahu akan dibawa kemana. Tanpa pikir panjang, SW pun manut saja dengan Brigadir DY. Karena dia sedang panik. Brigadir DY pun membawanya ke arah kawasan perhotelan dan tempat hiburan malam.

“Ternyata saya dibawa ke Hotel KD. Sampai di sana, saya disuruh naik duluan. Dia masih di bawah dan menyusul ke atas. Kemudian dia masuk dan matikan lampu. Saya diberi minuman bekas dia. Setelah itu saya ngantuk, setengah sadar,” katanya.

Saat itulah, lanjut SW, semua pakaiannya dilepas oleh Brigadir DY. Meski sudah menolak dan berontak, namun apa daya perbuatan tak senonoh itu tetap terjadi. “Dia maksa dan membaringkan saya di kasur. Lalu saya digitukan,” katanya.

Setelah selesai melakukan perbuatan itu, sambung SW, Brigadir DY pergi meninggalkannya sendirian di kamar. Janjinya mau datang kembali dan menjemput SW. “Rupanya sampai sore dia tidak datang,” ceritanya.

Dijemput Keluarga

Kemudian SW dijemput oleh YF di Hotel KD bersama pihak keluarganya yang saat itupun sedang melakukan berbagai upaya pencarian, lantaran SW tak kunjung pulang. Setelah menceritakan semua kejadian, SW dan keluarga pun mendatangi Mapolresta Pontianak untuk membuat laporan. Malam itu juga.

Atas kejadian ini, SW butuh pemulihan mental. Ia pun berharap pelaku mendapat ganjaran setimpal. “Maunya saya, oknum itu copot seragam. Dipecat,” pintanya.

Kapolresta Beri Jaminan

Kasus ini, sudah dilaporkan ke Polresta Pontianak. Kapolresta Kombes Pol Komarudin pun memastikan dan menjamin kepada pelapor bahwa proses hukum akan berjalan dengan tuntas.

“Yang pasti prosesnya sedang kami jalankan. Yang saya pastikan dan saya jaminkan kepada pelapor, bahwa proses akan kita tindaklanjuti manakala memang hal tersebut terbukti benar,” tegasnya.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin

Setelah dilakukan pendalaman, Brigadir DY telah melanggar disiplin. Karena dia bukan anggota lapangan. Melainkan anggota bagian staf. Tetapi saat kejadian dan dilaporkan dia, sedang berada di lapangan.

Komarudin kembali memastikan bahwa pihaknya serius menangani kasus ini. Karena jika memang benar apa yang dilakukan Brigadir DY, itu mencoreng citra Polri di tengah gencarnya upaya-upaya profesionalitas yang dilakukan.

“Kalau ada oknum yang mencoreng citra Polri, saya pastikan kita serius menangani permasalahan ini,” tutupnya. (oxa)

Comments
Loading...