Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Kabupaten Sintang Launching Kampanye HGN

  • Bagikan
banner 468x60

SINTANG – Tingginya angka stunting di Kabupaten Sintang menyentuh berbagai pihak, bahkan dari data yang diperoleh secara nasional peningkatan angka stunting pada anak di Kabupaten ini mencapai 44 persen di tahun 2017.

Hal ini menjadi perhatian banyak pihak, tak terkecuali IMA World Health. Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional, Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar Launching Kampanye Gizi Nasional (HGN) ke-58

banner 336x280

Kegiatan yang bertemakan 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK), Cegah stunting Karena Masa Depanku Ada Pada Centimeter Pertama Dan Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dipusatkan di halaman Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning, Kabupten Sintang, Rabu (7/2) diawali dengan senam sehat bersama.

Dalam kegiatan kampanye ini Bupati Sintang Jarot Winarno yang turut membuka kegiatan menyebutkan bahwa perlu penanganan terhadap stunting atau pertumbuhan tubuh anak yang tidak sesuai dengan usianya.

Terlebih di Kabupaten Sintang merupakan daerah yang termasuk angka stunting yang cukup tinggi mencapai 28 persen. Artinya dari 100 anak 28 anak mengalami stunting.

“Perlu perhatian serta penanganan khusus terhadap stunting, utamanya pada asupan gizi yang dikonsumsi oleh anak pada 1000 HPK itu penting,” ujarnya

Jarot juga mengajak agar semua pihak juga turut mendukung program kampanye gizi nasional. Tidak hanya dari bidang kesehatan, bahkan dari seluruh pihak turut mengkampanyekan program tersebut.

Salah satu organisasi yang turut mendukung dalam kampanye gizi nasional ini adalah Persekutuan pelayanan kesehatan kristen Indonesia, Irawati Manulang, ia menyebutkan pihaknya telah melakukan sosialisasi dilima kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang.

Hal ini lantaran lima kecamatan tersebut merupakan kawasan dengan tingkat pertumbuhan stunting yang terbilang cukup tinggi, seperti dikecamatan sungai Tebelian, Kalam permai, Binjay hulu, Kayam hilir dan kecamatan Ketungau Hulu yang diakibatkan gizi buruk.

“Tentu kita melibatkan dari aparat kecamatan, puskesmas, kepala desa serta koordinasi dengan bidan desa serta 118 posyandu,” tutupnya. (nov)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *