Hoaks WNA Suspek Korona di RS Abdul Aziz Singkawang, Ini Sebenarnya

0 76

INIBORNEO, Singkawang – Beredar sebuah kabar yang menyebutkan ada dua Warga Negara Asing (WNA) asal China yang bekerja di PLTU Batu Payung, Kabupaten Bengkayang terjangkit virus korona.

Kedua orang tersebut dikabarkan sempat diberi tindakan di Puskesmas Singkawang Selatan sebelum dirujuk ke rumah sakit terdekat, yakni Rumah Sakit Abdul Aziz Kota Singkawang.

Selain informasi berupa artikel di media sosial, juga ditemukan rekaman suara yang mengatakan hal yang sama. Bahwa kedua pasien suspek virus korona itu sedang berada di ruang isolasi RS Abdul Azizi. Bahkan, dikabarkan pula situasi di rumah sakit utama ini sedang kacau atau kebingungan.

Informasi ini tentu mencemaskan masyarakat Kalimantan Barat. Terutama masyarakat Singkawang yang sedang bersiap menyambut even nasional, Festival Cap Go Meh.

Direktur RS Abdul Azizi Kota Singkawang, dr. Ruchanihadi pun sudah membantah isu yang beredar di kalangan masyarakat dan media sosial tersebut. “Informasi ada warga negara asing yang diduga suspek korona dirawat di Rumah Sakit Abdul Aziz Kota Singkawang merupakan kabar tidak benar dan merupakan berita hoaks,” tegas Ruchanihadi, Sabtu (1/2/2020).

Karena, sambung dia, hingga saat ini pihak RS Abdul Aziz Kota Singkawang belum menerima rujukan pasien yang terindikasi terjangkit virus korona. “Apalagi dikabarkan kalau kami merawat pasien korona yang seperti beredar di media sosial. Itu tidak benar,” tegasnya lagi.

Adanya isu menyesatkan ini, ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan medis sosial. Karena dampaknya sangat besar, jika disalahgunakan. “Jadi kami harap masyarakat terutama pengguna media sosial agar bijak dalam menyebarkan isu yang ada dan apabila ingin klarifikasi jelas silakan ke rumah sakit. Kami dapat memberikan klarifikasi yang benar,” ungkapnya.

Informasi tentang adanya pasien suspek korona ini juga disebar bersamaan lembar surat edaran yang dikeluarkan pihak rumah sakit. dr. Ruchanihadi membenarkan bahwa surat edaran itu dikeluarkan secara resmi.

“Terkait surat edaran bahwa setiap perawat agar menggunakan masker atau sebagainya itu hanya bagi intern kami pihak rumah sakit. Untuk perlindungan universal atau perlindungan menyeluruh. Yang jelas untuk perlindungan umum. Bukan untuk kasus korona itu saja. Yang jelas protap SOP rumah sakit,” jelasnya.

Comments
Loading...