Hindari Penyakit, 27 Warga Dapat Bantuan WC

0 106

INIBORNEO, Pontianak – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Oleh sebab itu, sebanyak 27 rumah di Kelurahan Sungai Garam mendapat bantuan pembuatan toilet, bantuan ini berasal dari donatur perseorangan, perusahaan dan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Bantuan ini dilakukan agar warga terbebaskan dari potensi penyakit menular akibat dari buang air besar sembarangan.

“Akses masyarakat pada jamban sehat harus mencapai 100 persen pada seluruh komunitas. Keadaan ini kemudian lebih dikenal dengan ODF,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat membuka Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan dan tali kasih antara penerima dan pemberi bantuan di Kelurahan Sungai Garam, Senin (24/2).

Verifikasi status bebas buang air besar sembarangan penting dilakukan dalam memastikan perubahan perilaku di masyarakat benar-benar terjadi dan berkelanjutan.

“Tidak saat pada deklarasi ODF saja, namun perubahan perilaku terjadi secara permanen,” ujarnya.

Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang terbiasa untuk buang hajat di sembarang tempat. Berbagai program telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. “Namun hasilnya belum menunjukkan hal yang menggembirakan,” katanya.

Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak dibawah 3 tahun sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya. “Sedangkan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari produk domestik bruto (study word bank, 2007),” ujarnya.

Proses verifikasi ODF dilakukan pada saat masyarakat terkait kebiasaan BAB (secara bertahap). “Upaya ini sekaligus sebagai kegiatan verifikasi ODF per rumah tangga yang digunakan sebagai dasar verifikasi status ODF suatu komunitas,” ungkapnya.

Kemudian, ada komunitas yang menyatakan dirinya telah mencapai ODF dan memastikan kualitas kesinambungan status ODF dari komunitas yang telah ODF. “Kegiatan ini menjadi strategis dilakukan dalam suatu daerah,” kata Tjhai Chui Mie.

Wajah Tjhai Chui Mie semringah bahagia saat acara Open Defecation Free (ODF) di Kelurahan Sungai Garam. Bagaimana tidak, satu kelurahan sudah terbebas dari buang air sembarangan, yang artinya masyarakat terbentengi dari penyakit yang bersumber dari sanitasi yang buruk. Walikota Singkawang ini juga tercatat sebagai salah satu donatur pembuatan wc untuk 27 warga.

Tulisan kali ini, kita akan membahas perpanjangan tangan dari Walikota Singkawang dalam mengurus dan mewujudkan visi misi pemerintahan. Yakni Lurah Sungai Garam, Dedi Wahyudi. Pria berkacamata ini menuturkan, ide pembuatan wc untuk warga berawal dari sepotong data yang ia dapat dari Dinas Kesehatan Singkawang.

“Berawal dari data yang saya dapat dari dinas kesehatan pada bulan maret yang ketika itu saya dilantik menjadi sekretaris lurah sekaligus plt lurah, bahwa Kelurahan Sungai Garam Hilir masih terdapat 21 rumah yg belum memiliki wc, akan tetapi dari prilaku sudah membaik, dikarenakan mereka BAB menumpang alias tidak sembarangan,” kata Dedi

Ia kemudian tidak berpikir panjang dan segera mengumpulkan ASN kelurahan, ketua LPM, ketua Karang Taruna dan seluruh ketua RT di Sungai Garam Hilir. “Kesemuanya saya libatkan sebagai panitia,” tambahnya.

Rembuk digelar, yang menghasilkan kata kunci jika mereka harus mencari donatur atau pihak ketiga yang bersedia untuk membantu. Satu persatu bantuan datang baik dari perseorangan, swasta hingga Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie.

“Waktu berjalan semuanya Allah SWT mudahkan, baik pendanaan maupun proses pembangunan wc. Terhitung kurang lebih 6 bulan program ini tuntas. Bahkan kami bisa menambah 6 wc diluar dari data yang kami dapat diawal,” katanya.

“Untuk itu dalam kesempatan ini kami berterima kasih kepada ibu Wali Kota yang juga sebagai donatur utama serta seluruh donatur atas segala bantuannya, dan juga berterima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras,” katanya

Dedi juga sangat mengapresiasi kerja keras seluruh panitia yang terlibat. “Bisa saya sebut supertim, tidak segampang yang terlihat karena kita harus memastikan kebiasaan hidup bersih ini menjadi pola hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Comments
Loading...