Gelar Simulasi Pilkada, KPU Harap Pemilih Patuhi Prokes

0 147

INIBORNEO.COM, Sintang – Simulasi Pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang Tahun 2020 digelar, simulasi yang dilakukan di halaman Indoor Apang Semangai ini diikuti oleh Pjs Bupati Sintang Ir Florentinus Anum, M. Si dan ketua KPU Kabupaten Sintang Hazizah serta Anggota KPU kabupaten Sintang.

“Simulasi ini penting karena pilkada tahun 2020 ini beda dengan pilkada sebelumnya karena pilkada ini dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat banyak hal baru yang harus diperhatikan baik oleh penyelenggara maupun oleh masyarakat pemilih. Sehingga memang sangat diperlukan simulasi ini,” Terang Florentinus Anum.

Florentinus Anum juga menyampaikan bahwa simulasi ini penting dilakukan guna menunjukkan bahwa KPU sudah siap untuk melaksanakan agenda nasional yakni pilkada ini.

“Simulasi hari ini juga terjadi hujan, jadi sudah pas dan lengkap. Karena tidak menutup kemungkinan pada 9 Desember 2020 nanti juga terjadi hujan, dengan demikian, penyelanggara sudah bisa melakukan langkah antisipasi. Simulasi ini diharapkan bisa memberikan informasi yang lengkap sehingga pada hari H nya nanti bisa berjalan dengan baik,” Katanya.

Ketua KPU Kabupaten Sintang Hazizah menjelaskan proses pemungutan suara oleh KPPS memang harus dilakukan simulasi mengingat kita melaksanakan pilkada disaat pandemi covid-19.

“Ada hal baru yang harus kita laksanakan baik dalam hal teknis pemungutan dan penghitungan. Simulasi ini menunjukan tata cara yang harus dilakukan oleh KPPS dan masyarakat yang akan mencoblos. Inilah yang harus dilakukan. Jumlah pemilih dalam satu TPS maksimal 500 pemilih. Kemudian, formulir juga banyak yang ditiadakan. Yang ada formulir C Plano,” Terang Hazizah.

Hazizah juga menjelaskan bahwa sebutan undangan juga sudah tidak ada lagi, tetapi diganti dengan formulir C pemberitahuan yang berisi informasi pemilih serta waktu yang telah di tentukan untuk dating ke TPS, hal ini dilakukan untuk mencegah/mengurangi adanya kerumunan.

“Kami siapkan fasilitas cuci tangan. Dalam hal bilik suara, kami siapkan 3 bilik. Dua bilik untuk yang suhu tubuhnya normal. Satu bilik untuk pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derajat celcius. Simulasi hari ini dilaksanakan secara nasional. Namun meskipun ada 7 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada, Kabupaten Sintang ditunjuk untuk melaksanakan simulasi hari ini,” Tambah Hazizah.

Lebih jauh Hazizah mengatakan bahwa simulasi ini juga dapat dilakukan pada aplikasi SIREKAP. Pemungutan akan dilakukan pada jam 07.00 – 13.00 WIB. Lalu dihitung dan rekapnya sudah dilakukan melalui SIREKAP.

“KPPS dan saksi pasangan calon wajib memiliki smartphone dan scan barcode. Secara otomatis akan terlihat hasilnya. Dalam waktu dan hari yang sama, kita bisa tahu hasil penghitungan pada hari tersebut,” Kata Hazizah.

Komisioner KPU Provinsi Kalimantan Barat Erwin Irawan menyampaikan waktu yang tersisa sampai pada 9 Desember 2020 adalah 18 hari lagi.

“Artinya waktu terus berjalan. KPU harus siap bekerja keras melakukan persiapan dan menjalankan tugas sebagai penyelenggara. Kondisi hujan panas dan bencana sudah diprediksi dan sudah dilakukan antisipasi. Di Kalbar ada 7 kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada, tidak akan mengalami masalah serius. Pilkada 2020 memang beda dengan pilkada sebelumnya karena dilaksanakan ditengah pandemi covid-19, sehingga saya melihat perlunya ada kerjasama yang baik dari semua pihak. Terus dukung KPU untuk menjalankan seluruh tahapan pilkada ini. Pemilih jangan takut datang ke TPS,” Tegasnya.

Erwin mengatakan bahwa simulasi ini memperlihatkan bahwa KPU menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Maka pemilih datang sudah langsung menjalankan tahapan dan langkah sampai pemilih pulang, dan penerapkan protokol kesehatan tentunya.

“Simulasi ini tidak formalitas, tetapi sebenar-benarnya. Hasil pemungutan suara akan kita rekap dengan aplikasi SIREKAP yang akan sangat membantu merekap di tingkat TPS, kecamatan dan kabupaten. Masyarakat yang ingin melihat hasil sementara, silakan kunjungi situs KPU,” Katanya.

Apabila dilihat grafik kata Erwin, perolehan suara masing-masing calon, meskipun untuk menentukan pemenang adalah menggunakan mekanisme pleno hasil di tingkat kabupaten. Hasil pleno yang akan dikirim ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Dulu ada aplikasi SITUNG. Sekarang kita menggunakan smartphone yang sudah ada SIREKAP. Jangan takut datang ke TPS dan bawa KTP Elektronik dan C Pemberitahuan. Yang boleh memilih adalah warga yang memegang KTP Elektroni Kabupaten Sintang dan warga yang belum ada KTP tetapi menunjukan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang menerangkan bahwa yang bersangkutan sudah melakukan perekaman E-KTP,” Pungkasnya.

Comments
Loading...