Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Depot Pengisian Pesawat Udara di Supadio Pontianak Diresmikan 

  • Bagikan
banner 468x60
INIBORNEO, Kubu Raya – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan meresmikan the new Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Supadio, Senin 1 Oktober 2018. Lokasi DPPU Supadio sebelumnya berada di komplek TNI AU, kini berpindah ke area bandara komersial.
“Pembaharuan DPPU Supadio ini merupakan satu dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra.
Hal ini Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan. Dengan total investasi mencapai Rp 200 Milyar, keberadaan DPPU baru ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah hari ini proyek pembangunan DPPU Supadio dapat kami resmikan. Tidak hanya memberikan efek langsung bagi dunia penerbangan Indonesia, adanya DPPU Supadio baru ini mampu memberikan multiplier effect di berbagai aspek lain. Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang dapat dilayani oleh DPPU Supadio, tentunya akan menambah geliat pariwisata dan perdagangan di Kalimantan Barat,” kata Tiko, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut Tiko menjelaskan peningkatan kapasitas stok Avtur terbilang cukup signifikan setelah beroperasinya DPPU baru ini. Semula DPPU Supadio hanya dapat menampung bahan bakar avtur sekitar 1075 KL dan kini meningkat menjadi 1500 KL.
Selain itu Pertamina juga menambah fasilitas pengisian berupa kendaraan refueler untuk kegiatan into plane operation yang diharapkan mampu mendukung operasional Bandara Internasional Supadio.
Dari sisi teknologi, DPPU yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 26 November 2016 ini pun telah menggunakan sistem operasi Terminal Automation System (TAS) terpusat pada control room yang terintegrasi ke seluruh instrumen sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan, serta penyaluran.
“Tahun lalu saja bandara ini dapat melayani hampir 4 juta penumpang, 9 maskapai, dan sekitar 15 destinasi domestik dan internasional. Ditambah lagi pertumbuhan penumpang bandara Supadio yang relatif tinggi sekitar 15 % per tahun, kami optimis keberadaan DPPU baru ini dapat menjawab dinamika tersebut,” tambah Tiko.
General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Supadio, John Muchtar Rita, menambahkan, keberadaan DPPU ini semakin memudahkan pelayanan terhadap maskapai untuk kebutuhan avtur.
“DPPU ini standar operasionalnya sudah internasional untuk melayani 120 penerbangan per hari,” katanya. Terkait pengembangan bandara, PT Angkasa Pura II tengah mempersiapkan perpanjangan runway sehingga bisa didarati pesawat berbadan besar.
“Saat ini masih dalam proyek lelang, estimasinya paling cepat dalam dua tahun dibangun karena memerlukan rekayasa engineering terkait dengan kondisi tanah di wilayah Kubu Raya,” katanya.
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *