Busui Terkonfirmasi Covid-19 Tetap Bisa Beri ASI, Ini Tipsnya

0 126

INIBORNEO.COM, Pontianak – Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia ( AIMI) Kalbar, Aditya Galih Mastika, menyatakan, ibu yang terkonfirmasi positif covid atau kontak erat, tetap dianjurkan untuk memberikan asi kepada bayinya. Sebab, keuntungan dan manfaat yang didapatkan dari pemberian pada asi jauh lebih tinggi dari kemungkinan bayi terinfeksi Covid-19.

“Beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan selama pemberian ASI selama masa pandemi antara lain;  kebersihan diri, mencuci tangan setidaknya 20 detik di air mengalir dengan sabun, menggunakan masker setiap waktu ketika bersama bayi, ketika batuk atau bersin, gunakan tissue,” ujar Dity, Sabtu 19 Desember 2020.

Kemudian, jika ibu merasa tidak cukup kuat untuk menyusui langsung, ibu perlu sekali dibantu dan didukung untuk tetap memberi asi. “Asi bisa diperah dan dibantu diberikan bayi dengan media lain, oleh pengasuh yang bersama bayi,” tambahnya.

Kata Dity, sangat penting bagi ibu tetap memerah jika tak menyusui langsung, supaya menghindari masalah baru, seperti payudara bengkak, penurunan produksi asi, dan lain sebagainya. Dengan memerah dan tetap memberi asi perah pada bayi, bayi tetap mendapat nutrisi dan antibodi, pasokan asi ibu terjaga, dan tetap kembali bisa langsung menyusu ketika ibu kondisinya sudah stabil.

“Jangan lupa, ketika diisolasi bersama bayi, juga selalu disinfeksi seluruh permukaan yang telah ibu sentuh,” katanya.

Dity menambahkan, dalam banyak konseling, pihak AIMI selalu ditanya mengenai keamanan memberikan Air Susu Ibu ( ASI) ke bayi oleh ibu positif Covid-19. Tips ini, kata dia, mengikuti arahan dari WHO selaku pemegang otoritas Organisasi Kesehatan Dunia. Arahan WHO hingga kini, seorang ibu terinfeksi Covid-19 tetap boleh menyusui bayi.

“Sejauh ini menurut WHO dan Permenkes, ibu yang mengalami kontak erat atau ibu yang merasakan  gejala ringan Covid-19 atau ibu yang sudah terbukti hasil swabnya positif Covid-19 dengan gejala ringan atau berat,” katanya. Maka, pemberian ASI tetap didukung jika ibu menginginkannya.

ASEANTY PAHLEVI

 

 

Comments
Loading...