Menu
Ini Borneo
banner 728x250

BPJS Kesehatan Sosialisasi kepada PNS Aktif

  • Bagikan
banner 468x60

Pontianak – Dalam rangka memperluas cakupan kepesertaan sekaligus sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat program jaminan kesehatan dan prosedur memperoleh pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan melakukan sosialisasi kepada PNS aktlf dibawah naungan organisasi Korps Pegawai Republil lndonesra (KORPRI) di wilayah Pontianak.

“Organrsasi KORPRI merupakan peserta yang telah menjadi mitra baik BPJS Kesehatan. serta peserta yang harus kita edukasi dan update terkait dengan kebrjakan terbaru BPJS Kesehatan. Tujuannya satu, agar peserta dapat memperoleh manfaat sesuai dengan haknya dan melalui sistem prosedur yang benar. Banyak sekali kasus-kasus yang berkembang muncul di madia massa diakibatkan karena peserta yang tidak mengikuti prosedur yang berlaku, baik itu karena kendaktahuan ataupun yang lainnya. Dengan meningkatkan frekuensi sosnallsasi, harapannya kasus-kasus tersebut dapat kita minimalisir,” jelas Direktur Perluasan dan Pelayan Pesena, Andayani Budi Lestan, Kamis (1/3/2018) dl Pontranak.

banner 336x280

Pada acara tersebut. Andayani Budi Lestarr , juga menjelaskan bahwa sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optrmalrsasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). seperti Puskesmas, klinlk pratama maupun dokter praktek perorangan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga, FKTP bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata.

“Melalui mekanisme pelayanan kesehatan ben’enjang ini, diharapkan FKTP dapat menjalankan perannya secara sigmfrkan dan komprehensnf. Kita ingin mengubah paradigma bahwa FKTP hanya tempat untuk meminta rujukan saja. Kalau bisa dltangani di puskesmas, kenapa harus pergr ke rumah sakit? Jika dirasa pasien peserta BPJS Kesehatan pedu penanganan spesialistrk, barulah dirujuk ke dokter spesialis dr’ rumah sakit,” Terangnya.

Untuk itu, lanjut Andayani Budi Lestari, BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan sosialisasi baik Iangsung maupun tidak langsung kepada masyarakat, termasuk pemberian edukasi guna Iebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian kepada kesehatan yang di pandu oleh Ade Rai. Dalam acara sarasehan dan sosialisasi yang dihadiri sekitar 170 orang tersebut, ia juga memberi penjelasan mengenai pentingnya gotong royong.

“Mari kita bayangkan, jika ada satu orang peserta JKN-KIS melakukan operasi jantung dengan biaya Rp 160 juta rupiah, dengan iuran rata-rata Rp 51.000,maka dlperlukan sebanyak 3.737 orang peserta JKN-KIS yang sehat dan membayar iuran. Kalau hanya peserta yang sakit saja yang membayar iuran dan tidak membayar iuran Iagi ketika sudah sehat, darl mana kita bisa membayar biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang membutuhkan?” kata Andayani Budi Lestari.

Untuk memastikan implementasi program jaminan kesehatan di daerah berjalan dengan baiK pihak BPJS Kesehatan juga senantiasa melakukan kegiatan monitoring evaluasi ke fasilitas kesehatan yang bekerja same dengan BPJS Kesehatan di wilayah Pontianak.

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *