Begini Cara Aman ke Dokter Gigi Saat Pandemi

0 102

INIBORNEO.COM, Pontianak – Memeriksakan kesehatan gigi merupakan hal yang penting untuk kesehatan, tapi belakangan orang banyak cemas karena pandemic. Begini cara aman untuk memeriksakan gigi dengan aman dan tidak was-was.

Seperti yang dialami Ary Fachriadi (38). Dia memilih meringkuk di kasur ketimbang harus ke dokter gigi karena gigi gerahamnya keropos. Tambalannya lepas, tetiba nyeri seperti tersengat datang dari gigi dengan tambalan yang lepas tersebut. “Harus rapid tes atau swab ya? Duh, keluar biaya lebih banyak nih,” keluhnya.

Selain takut biaya tambahan, Ary juga mengkhawatirkan penularan covid-19, ketika berada di fasilitas layanan kesehatan. Lantaran sadar, tidak semua warga dengan kesadaran penuh mengatakan sejujurnya terkait penerapan sosial berjarak.

Drg Muhammad Reza Azmi, dari Klinik Azmi Aesthetic Dental Care, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum ke dokter gigi. “Pertama-tama siapkan mental dulu. Kalau takut dan ragu pada diri sendiri sebaiknya jangan,” kata Reza.

Calon pasien juga harus memastikan, apakah ada keluarga yang terkonfirmasi positif. Jika ada, maka sebaiknya, calon pasien pun memeriksakan diri, untuk memastikan tidak tertular dan mencegah penularan lebih luas.

Sebelum ke dokter gigi, atau ke pusat layanan kesehatan lainnya, Reza menyarankan agar masyarakat memastikan tidak merasakan gejala covid-19, seperti malas, pegal, lemas, merasa demam dan tenggorokan tidak nyaman, sebaiknya menunda dulu ke dokter gigi. “Teman-teman juga baiknya harus aware dalam artian, sedia handsanitizer, dan masker, (untuk) lebih kepada penjagaan diri sendiri. Kalau ada sarung tangan boleh tapi buka sarung tangan medis,” paparnya.

Reza mengatakan, untuk perawatan gigi sebaiknya ditunda dulu atau dibatasi. Kecuali jika ada penanganan yang urgensi, sehingga perlu diambil tindakan. “Sebaiknya secara psikis atau mental atau secara kesehatan, harus dipastikan pas perlu banget, baru ke layanan kesehatan,” tambahnya.

Di kalangan dokter gigi sendiri, prinsip kehati-hatian sangat dijunjung tinggi untuk menghindari penularan dari pasien. Bahkan sempat ada iklan iklan selebaran atau video edukasi agar menunda dulu ke dokter gigi. “Saat itu kita sedang menyiapkan standar prosedur operasional, karena virus ini baru. Setelah kurang lebih satu bulan, sudah tidak relevan lagi ditutup, karena kebutuhan. Maka praktek dokter gigi dibuka, namun sesuai standar prosedur yangs udah disiapkan persatuan dokter gigi Indonesia,” lanjutnya.

Setelah ke dokter gigi, masyarakat dianjurkan untuk segera mengganti baju, mandi dan membasuh kepala dengan shampoo. Hal ini juga dilakukan jika warga berkunjung ke pusat layanan kesehatan lainnya, seperti rumah sakit, klinik bersalin atau puskesmas.

Saat praktik, Reza pun melakukan banyak persiapan, untuk memastikan dirinya aman. Pasien akan dilakukan screening untuk mengetahui riwayat perjalanan pasien. Pasien juga harus menggunakan masker dan sudah membersihkan tangan dengan cairan pembersih. “Pasien juga ditanya gejalanya, kalau ada, disarankan untuk tes, lalu suhu juga diperiksa,” katanya.

Di ruang praktek, lanjutnya, ada alat penyedot, sekaligus menyedot aerosol, supaya percikan air di udara tersedot diselang yang sudah tersedia. Kalau dekat jendela, sebaiknya ruangan dibuka, agar sirkulasinya bagus. Jika tidak, harus ada exhaust fan, atau jika jarak jendela jauh harus ada vacuum aerosol. “Semua dokter gigi sudah siap, barulah aman ke dokter gigi,” cetusnya.

Dokter gigi juga harus selalu melakukan sterilisasi ruangan sebelum dan setelah digunakan, hal ini tidak hanya mencegah penularan covid-19 tetapi semua penyakit yang disebarkan dari udara maupun droplet. Dokter giginya harus yakin, menggunakan APD level 3, masker N94, yang filtrasinya 95 persen supaya virus tidak bisa masuk dan keluar. “Pokoknya sudah kayak astronot, berlapis-lapis. Tapi yang penting pasien dan dokter aman,” katanya.*

Comments
Loading...