3 Murid Sinarmas World Academy Memenangkan Pendanaan Internasional MYP Innovators Grant

0 33

INIBORNEO.COM,Tangerang Selatan – Inovasi para murid sekolah Sinarmas World Academy (SWA) mengantar mereka memenangkan ajang pendanaan internasional Middle Years Programme (MYP) Innovator’s Grant yang diselenggarakan oleh International Baccalaureate Organization (IBO).

Penelitian yang dilakukan oleh siswa kelas 10 Sinarmas World Academy menempatkan mereka sebagai tiga dari empat wakil asal Indonesia yang mendapatkan pendanaan masing-masing hingga sebesar USD 10,000. “Keberhasilan ini adalah sebuah prestasi untuk pendidikan Indonesia, dan kami sangat bangga terhadap capaian Rania, Chris dan Leon.

Karya dan penelitian mereka bukan hanya menunjukkan kepintaran tapi juga kepedulian terhadap permasalahan dunia dan sekitar, sesuai dengan nilai dasar yang ditanamkan sejak dini oleh SWA. Kami sebagai sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mendidik dan membina karakter positif melalui lingkungan belajar yang baik,” ungkap Deddy Djaja Ria selaku General Manager sekolah SWA.

Keprihatinan Rania terhadap limbah plastik membuat dirinya meneliti proses penguraian plastik menggunakan jamur. Di sana Rania menganalisis bagaimana jamur dapat mengubah polimer menjadi produk biodegradable yang dapat digunakan dalam aktivitas pertanian,bahkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif.

Rania Kelas 10 SWA, pemenang MYP Innovator’s Grant nama karya A New Life for Plastic

“Penelitian saya berfokus pada degradasi plastik dengan memanfaatkan mekanisme pemecahan jamur yang mengubah polimer menjadi senyawa organik kecil, yang lalu diserap dan diasimilasi oleh jamur. Melalui penelitian ini, saya berharap manusia dapat satu langkah lebih dekat dalam menghilangkan limbah plastik,” ungkap Rania.

Sama halnya dengan Rania, Chris mempunyai semangat besar menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik dan energi tidak terbarukan. Ketertarikannya yang mendalam pada biologi sintetis dan bioengineering – ia menjabat selaku Ketua kelompok penelitian BioBuilder di SWA – membawanya meneliti penggabungan elemen degradasi plastik oleh bakteri dan sel bahan bakar biologis, untuk membuat plastik bekas sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik. “Sebagian besar daerah pedesaan kesulitan pasokan listrik, namun banyak terdapat sampah plastik.

CHRIS Kelas 10 SWA, pemenang MYP Innovator’s Grant, nama karya Plastic Fuelled Microbial Fuel Cell

Melalui penelitian ini, saya harapkan tersedia sumber energi bersih yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi limbah plastik di lingkungan pedesaan yang indah,” jelas Chris.

Berbeda dengan Rania and Chris, sebagai sesama pemenang MYP Innovator’s Grant, Leon memiliki kepedulian terhadap kultur dan budaya Indonesia, tepatnya budaya Jawa. Menurutnya dengan semakin kuatnya globalisasi dan modernisasi, budaya leluhur banyak yang terlupakan.

 

Leon Kelas 10 SWA, pemenang MYP Innovator’s Grant, nama karya SIJI – Aplikasi iOS aksara Jawa

Leon menolak membiarkan budaya keluarganya hilang , dengan membuat aplikasi iOS bernama SIJI, yang merupakan aplikasi pembelajaran bahasa Jawa Kuno, atau dikenal sebagai aksara kawi. “Melalui SIJI, saya berharap dapat melestarikan budaya Jawa dan sistem penulisannya yang hampir hilang. Menggunakan iOS, pembelajaran menjadi menyenangkan dan memudahkan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya harap semua orang dapat memakainya, termasuk orang-orang non-Jawa, dan non-Indonesia untuk belajar bahasa serta aksara Jawa, sekaligus mengenal keindahannya,” Leon berkata.

Deddy mengharapkan prestasi ini menginspirasi dan memotivasi pelajar lain di Indonesia untuk terus berkarya. “Anak muda Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan senantiasa membimbing, menanamkan dan membina mereka dengan nilai-nilai yang positif, kami yakin, kita dapat membuat sesuatu dan berkontribusi bagi permasalahan sekitar, bahkan dunia melalui teknologi dan penemuan-penemuan mutakhir,” tambahnya. (r-papiadjie)

Comments
Loading...