Jemput Bola Pelayanan Keimigrasian, Wujud Negara Hadir Melindungi WNI di Sarawak

0 81

INIBORNEO, Kuching – Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sibu dan Mukah, Sarawak, Malaysia harus menempuh perjalanan belasan jam jika ingin mengurus dokumen keimigrasian seperti paspor maupun perpanjang permit (izin kerja) di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching.

Pasalnya, dari Sibu dan Mukah untuk menuju ke kantor KJRI yang berada di Block 11, Jalan Stutong, MTLD, 93350 Kuching itu berjarak sekitar ratusan kilometer. Jika PMI yang ingin mengurus paspor dan permit, otomatis mereka harus mengambil cuti beberapa hari.

Agar meringankan PMI dan menunjukkan wujud kehadiran negara dalam perlindungan terhadap WNI utamanya dalam pencegahan PMI Nonprosedur di luar negeri, pemerintah Indonesia melalui KJRI Kuching memberikan pelayanan “jemput bola”. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (17-18/01/2020).

“Kami dari KJRI memberikan pelayanan jemput bola bagi WNI atau para PMI yang bekerja di perusahaan-perusahaan maupun perkebunan di Sibu dan Mukah untuk mengurus permit dan paspor,” kata Atase Imigrasi KJRI Kuching, Ronni Fajar Purba, Jumat (17/01/2020).

Ia menjelaskan, pelayanan paspor dengan cara jemput bola itu dengan proses pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari sekaligus wawancara terhadap PMI. “Kegiatan ini juga bersamaan dalam rangka pelayanan simpatik menyambut Hari Bhakti Imigrasi ke-70, KJRI melayani,” tuturnya.

Dengan cara jemput bola, kata mantan Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta ini, diharapkan PMI tidak susah payah harus jauh-jauh ke Kuching hanya mengurus dokumen kelengkapan diri mereka.

“Dengan pelayanan jemput bola ini, mereka bisa lebih dekat mendapat pelayanan, cepat, biaya murah, tidak buang-buang waktu dan tidak perlu perlu menginap karena dari Sibu atau Mukah ke Kuching harus menempuh perjalanan panjang,” kata Ronni.

Menurutnya, selain memberi pelayanan keimigrasian, para PMI juga diberi edukasi dan sosialisasi terkait hak-hak dan kewajiban sebagai WNI yang bekerja di Sarawak ini. Panitia juga mensosialisasikan bahwa KJRI adalah Kantor Perwakilan RI yang berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memastikan dan membuktikan kehadiran negara untuk WNI di Sarawak. Kami juga menjamin kegiatan tanpa adanya pungli terhadap PMI saat pelayanan jemput bola,” tutup Ronni.

Comments
Loading...