Menu
Ini Borneo
banner 728x250

28 Kamar di Ensaid Panjang, 1 Kamar Untuk Pengunjung

  • Bagikan
banner 468x60

Sujud syukur, akhirnya sampai juga di Rumah Betang Ensaid Panjang yang selama ini hanya masuk lewat pendengaran saja. Dan ketika udah disini benar-benar emeijing bin interesting.

Ensaid Panjang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Mendikbud. Dari buku tamu, turis dari berbagai negara sudah singgah disini. Baru2 ini aja, ada rombongan bule Jerman kesini dan memborong berbagai kerajinan tangan yang dibuat bu ibu Ensaid Panjang.

banner 336x280

Perempuan Ensaid Panjang selain menoreh dan bertani, waktu senggang mereka diisi dengan menenun ataupun mengerjakan kerajinan tangan manik-manik untuk dijadikan gelang, gantungan kunci dan kalung. Hampir sebagian besar aktivitas mereka dihabiskan di rumah panjang ini.

Sedikitnya ada 28 kamar yang diisi oleh 27 kepala keluarga disini. Katanya, satu kamar memang sengaja dikosongkan untuk tamu yang ingin merasakan tinggal disni. Namun saya agak terganggu dengan jalan aspal yang tampak baru dipoles dan bangunan modern yang juga baru dibangun untuk kakus. Saya pikir, agak tidak pada tempatnya kalau aspal dan toilet dibuat modern seperti itu ketika kita sedang berada di tempat yang masih asli dan asri. Kentara banget kalo dibandingkan. Dan gak asik dipandang mata.

Oh ya, kalau kesini harap menjaga adat tradisi ya. Ketika hendak masuk pertama kali ke Rumah Betang ini, hendaknya dimulai dari ujung kiri tangga dan keluar ke ujung kanan tangga terakhir. Menurut tradisi, tangga awal itu merupakan tangga lelaki yang harus dilalui dahulu, sedangkan tangga terakhir adalah tangga wanita. Ini adat kesopanan yang mestinya dijunjung oleh pengunjung. Dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung. Begitulah kira-kira…

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *