banner 728x250

Kemen PPA Turun Tangan Atasi Kasus Anak di Atap Rumah Karena Takut Dianiaya

  • Share
banner 468x60

INIBORNEO.COM, Jakarta – Seorang anak naik ke atap rumahnya dan menolak untuk turun pada 17 Agustus 2021 kemarin. Diduga anak ini mengalami trauma lantaran takut dianiaya. Warga lantas melaporkan hal ini ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

“Kemen PPPA merespon aduan masyarakat yang melaporkan ada anak yang naik atap rumah dengan kondisi ketakutan,” kisah ujar Menteri pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, 18 Agustus 2021, dalam siaran persnya.

banner 336x280

Tim SAPA129 Kemen PPPA bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPTD P2TP2A) Provinsi DKI Jakarta, langsung datang ke lokasi dan melalui proses panjang dibantu tim Damkar, akhirnya berhasil mengajak anak turun dan didampingi.

Setelah berhasil dievakuasi, psikolog SAPA129 Kemen PPPA melakukan asessmen awal untuk memastikan kondisi anak berusia 10 tahun tersebut. Proses assesmen ditinjau langsung oleh Menteri Bintang , tak luput juga assesmen dilakukan kepada keluarga anak.

“Hasil asesmen sementara anak ketakutan dan tidak betah tinggal di rumah orang yang mengasuh paska kedua orangtuanya tidak bersama lagi (ayahnya meninggal dan ibunya telah meninggalkan suami dan anak-anaknya). Ini membuat anak tidak mau pulang. Terdapat indikasi bahwa anak ingin mengulang aksinya bahkan berpikir lebih buruk. Sedangkan, pihak keluarga tidak sanggup untuk mengasuh anak kembali sehingga anak membutuhkan tempat aman sementara,” jelas Menteri Bintang.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, pemerintah wajib memberikan perlindungan khusus kepada anak, salah satunya anak dalam situasi yang dapat mengancam jiwanya. Mengingat tempat penampungan sementara milik Pemprov DKI Jakarta sudah overload, maka UPTD P2TP2A DKI Jakarta merujuk sementara kasus ini kepada Kemen PPPA.

“Kemen PPPA menindaklanjuti dengan memberikan pendampingan serta pemenuhan rumah penampungan sementara sesuai kebutuhan korban. Anak saat ini di tempatkan di rumah aman utk mendapatkan pemulihan,” kata Menteri Bintang.

Menteri PPPA juga menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah berupaya melindungi anak dengan melaporkan kasus ini. Sebagai upaya tindak lanjut, UPT P2TP2A DKI Jakarta akan terus mendampingi korban dalam pendampingan psikologis serta berkoordinasi dengan pendamping dari rumah aman.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan ke telpon pengaduan kami di SAPA129. Kemen PPPA akan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis, pemulihan serta pemenuhan hak-hak anak lainnya dan berkoordinasi dengan UPT P2TP2A Provinsi DKI Jakarta, rumah aman dan pihak terkait lainnya,” tutup Menteri Bintang.

 

 

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *