banner 728x250

Amerika Komit Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Dukung Mitigasi Lewat Pendanaan

  • Share
Salah satu upaya untuk mengatasi perubahan iklim, dengan melakukan penanaman kembali kawasan terbuka.
banner 468x60

Masuknya kembali Amerika Serikat (AS) dalam Perjanjian Paris membawa harapan baru terhadap isu perubahan iklim. Bukan pekerjaan mudah, pasalnya AS harus menekan emisi gas rumah kaca mereka agar bisa menyeusaikan kembali dengan Perjanjian Paris, hingga 63 persen pada tahun 2030.

“Untuk itu, AS juga akan terus meningkatkan kerja sama dalam upaya mengatasi krisis iklim degan anggota G-20 dan negara berkembang lainnya, termasuk di Asia Tenggara,” ungkap Penasihat Senior Utusan Khusus Presiden AS untuk Perubahan Iklim Departemen Luar Negeri, Jonathan Pershing. Pernyataan ini disampaikan secara daring kepada jurnalis lingkungan dari berbagai negara pada Rab, 12 Mei 2021 lalu.

banner 336x280

Amerika akan memberikan bantuan pendanaan terhadap negaara-negara yang memerlukan mitigasi perubahan iklim melalui proyek-proyek kemitraan melalui Development Finance Corporation, Badan Pembangunan Internasional AS, serta kedutaan dan duta besar. Kerjasama juga terus ditingkatkan dengan anggota G-20 dan negara berkembang lainnya.

Di AS sendiri, pemerintahan Biden memfokuskan penurunan emisi di sektor transportasi. Sektor ini merupakan penyumbang emisi terbesar di negara Paman Sam tersebut. Mitigasi yang dilakukan AS adalah dengan mengupayakan peralihan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan yang menggunakan bahan bakar listrik.

“Untuk mempercepat transisi tersebut, pemerintah AS akan membangun hingga 500.000 stasiun pengisian listrik,” ujarnya. Tak hanya itu, AS juga tengah melirik penggunaan listrik yang lebih bersih. Di dalam diskusi ini Pershing, profil penyumbang emisi di tiap negara berbeda, sehingga berbeda pula penanggulangannya. Dia menyebutkan bagaimana emisi di Indonesia cukup tinggi di sektor lahan, kehutanan dan energi, bukan sektor transportasi. Dia pun mengambil contoh, Selandia Baru yang penyumbang emisi berasal dari sektor peternakan.

Pershing mengungkapkan, komitmen Biden dalam mengatasi perubahan iklim bisa dilihat dalam tiga bulan terakhir kepemimpinannya. Termasuk langkah besar kembali dalam Perjanjian Paris. AS juga telah mengadakan konferensi tingkat tinggi (KTT) pemimpin dunia pada 22 April, memperbarui dan meningkatkan target baru untuk menurunkan 50-52 persen emisi pada 2030. “Seperti yang telah disebutkan, Pemerintah AS juga mendorong komitmen nol emisi pada 2050, dekarbonisasi kelistrikan pada 2035, serta membangun pemulihan ekonomi rendah karbon,” ungkapnya.

Saat KTT lalu, AS pun menilai banyak negara telah mempunyai komitmen yang baru dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca ini. Dia melihat Inggris dengan upayanya menargetkan pengurangan 75 persen emisi pada 2030, serta negara-negara Eropa yang turut menargetkan pengurangan emisi sekitar 55 persen pada 2030.

pada KTT April lalu, lanjutnya, China pun terlihat mempunyai komitmen akan mengontrol penggunaan batubara dan menurunkannya secara bertahap setelah tahun 2025. Dia berharap komitmen penurunan emisi untuk mengatasi krisis iklim benar-benar dapat diwujudkan oleh setiap negara.

Pershing menyatakan perubahan iklim bukan isu kosong. “Anda melihat konsekuensinya, kita melihatnya hari ini. Kami melihat biaya dalam mengatasi kebakaran hutan di California. Kebakaran hutan California luar biasa. Mereka membunuh banyak orang. Mereka menghancurkan komunitas. Mereka menghancurkan habitat dan satwa liar,” katanya.

Kebakaran hutan ini pun mencerminkan kejadian yang sama di hutan Australia, di hutan stepa Rusia, dan hutan Amazon. “Ini adalah konsekuensi dari perubahan iklim, apalagi kenaikan yang kita harapkan selama 20 hingga 30 tahun ke depan,” katanya.

Belum lama terjadi, ada peningkatan intensitas badai. Pershing mengatakan, terjadi topan kategori 5 yang dulunya tidak pernah benar-benar ada sekarang jauh lebih sering terjadi. Termasuk konsekuensi dari hal-hal seperti penyakit zoonosis ketika kawasan liar dirambah. Suhu bumi yang meningkat pun menyebabkan faktor yang memicu berbagai wabah terjadi.

ASEANTY PAHLEVI

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *