Kerugian Investasi Bodong di Kalimantan Barat Capai Miliaran

0 5

INIBORNEO, Pontianak – Financial technology (fintech) yang mulai digemari masyarakat karena dinilai berinvestasi, pada akhirnya justru menimbulkan cukup banyak kerugian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KalBar menyatakan bahwa jumlah dana yang terkumpul dalam investasi bodong dapat mencapai 90 miliar rupiah.

Kepala sub bagian edukasi dan perlindungan konsumen OJK, Dinar Fisa Sasmita, menyatakan sejak tahun 2018 baru satu laporan investasi bodong yang masuk yakni terkait PT. Kopral Digital Khatulistiwa yang kerugiannya mencapai 9 miliar rupiah.

“Sama seperti kasus Melinda D, hanya beberapa saja yang melapor. Kasus ini pun hanya satu yang melapor, sisanya mungkin tidak mau lapor dengan berbagai alasan. Dan sudah ditangani oleh kepolisian daerah,” kata Dinar.

Kasus ini secara resmi telah dimasukkan OJK ke dalam daftar investasi illegal pada 19 April 2019.

Di tahun 2008, investasi bodong juga pernah terjadi yakni investasi dengan metode save of trade. Dana yang terkumpul kurang lebih sebanyak 24 miliar rupiah. Namun tidak ada laporan pengaduan yang masuk sehingga kasus ini tidak bisa ditindak lanjuti.

Sementara itu, sebulan setelah diumumkan masuk ke dalam investasi bodong, PT KDK menghelat talk show pemasaran produk UMKM berbasis digital dengan menggandeng organisasi Indonesia Bekerja (Inaker). Talkshow Crypto Funding bertajuk “UMKM Indonesia Menuju Masa Depan Dengan Perkembangan Era Digital tersebut dihelat oleh CEO PT KDK, Imam Sarkoni.

Comments
Loading...