SEPIA

0 7

Aku membacamu.
Kau menyimpulkanku.
Aku membacamu, berkali-kali.
Kau menyimpulkanku lagi dan lagi.
Kukatakan: aku membacamu hingga lembar terakhir, menuliskan garis-garis besar, kemudian menyimpulkanmu.
Simpulanmu tak berarti.

Ketika bayangmu menua Sepia, kau akan tahu bahwa kebebasan adalah penjara.
Segala yang kau genggam erat di udara akan lenyap dalam hampa.

Aku membacamu.
Kau menyimpulkanku.
Simpulanku usai.
Kau menuai badai.

Sepia, simpulan ditakdirkan berada di akhir segala.
Belajarlah membaca tanda-tanda.

(Pontianak, 2017)

 

 

 

Shella Rimang adalah seorang nomaden di Kota Khatulistiwa. Senang berpikir dan merenung. Karya-karyanya yang sudah diterbitkan antara lain: Perempuan Puisi (2016) dan Dialog 00.45 (2017), dan Perempuan Dua Belas Malam (2019).

Comments
Loading...