KUTULIS KAU, KENANG

0 21

Di hari-hari yang telah lewat, kau bercerita padaku tentang rembulan tak mencapai permukaan. Lalu kau mengiringku keluar, perlahan-lahan mengamati piringan jauh itu.

“Tulislah,” katamu, “sebab ingatan terlalu sering mengkhianati kita.”

Kutuliskan.

Kau serupa rembulan, kekasih, sebab kau tak pernah mengkhianati keberadaanku. Tapi kau maya, kekasih. Tak pernah kau menulisku sebagai kata yang bisa kaukenang. Tak pernah kau membacaku sebagai bahasa yang akan terngiang-ngiang. Kau hanya melintas sekejap, kekasih, tak meninggalkan jejak apa pun.

Kini, kau kenangku, kekasih.

Pergilah, jauh adalah tempat terbaik untuk pulang.

Pergilah jadi rembulan, agar aku bisa memotretmu dari datar permukaan.

(Pontianak, 2017)

 

 

Shella Rimang adalah seorang nomaden di Kota Khatulistiwa. Senang berpikir dan merenung. Karya-karyanya yang sudah diterbitkan antara lain: Perempuan Puisi (2016) dan Dialog 00.45 (2017), dan Perempuan Dua Belas Malam (2019).

 

 

Comments
Loading...