Lebih dari 1 Dekade Wismilak Meriahkan Cap Gomeh Pontianak

0 17

Pontianak, 19 Februari 2019 – Perayaan Cap Go Meh 2019 kembali digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Kerap disebut sebagai salah satu selebrasi Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara, tahun ini Pontianak kembali menjadi daya tarik besar bagi para wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang berkunjung. Disebut juga sebagai Pesta Rakyat Cap Go Meh Street Festival 2019, kemeriahan tahun ini diwarnai dengan berbagai atraksi seni dan budaya, serta melibatkan lebih banyak peserta yang pada tahun ini mencapai sekitar 2 ribu peserta.

Dukungan pada event kebudayaan tahunan ini sendiri cukup besar dari pihak swasta, salah satunya datang kembali dari Wismilak Foundation. Tahun ini merupakan tahun ke-12 di mana Wismilak Foundation konsisten dan berperan aktif mendukung perayaan Cap Go Meh yang berfokus di Pontianak. Selain akan mendukung kegiatan Pawai Naga Bersinar, tahun ini Wismilak Foundation juga memberikan dukungan pemeliharaan bangunan ikonik di Singkawang dan Pontianak. Program pemeliharaan ini sudah dimulai pada tahun 2017 saat memberikan dukungan pemeliharaan (pembuatan Tapekong) kepada Vihara Budha Kutub Utara di Pontianak. Tahun ini, sejumlah 9 (Sembilan) bangunan ikonik dan bersejarah akan menerima program pemeliharaan dari Wismilak Foundation. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat bersama-sama ikut merawat bangunan-bangunan bersejarah maupun bangunan dengan arsitektur ikonik di Indonesia. Tujuan ini sesuai dengan salah satu pilar Wismilak Foundation, yaitu Peduli Budaya.

9 (Sembilan) bangunan ikonik yang akan menerima dukungan pemeliharaan Wismilak Foundation antara lain:

  1. Vihara Dharma Bhakti, Pontianak
  2. Klenteng Sumber Cahaya, Pontianak
  3. Vihara Kwan Im, Pontianak
  4. Klenteng Nyien Shai Ja, Pontianak
  5. Vihara Paticca Samuppada Borneo, Pontianak
  6. Vihara Raja Surya, Pontianak
  7. Tri Dharma Hang Thian Siang Tie Kakap, Pontianak
  8. Adhi Mokkha, Singkawang
  9. Vihara Tria Dharma Bumi Raya Pemangkat, Singkawang

Pemeliharaan bangunan ikonik ini dirasa sangat fundamental karena selain fungsi bangunan yang melekat erat pada masyarakat, arsitektur bangunannya memiliki sejarah panjang dan mengandung kekayaan langgam yang harus dilestarikan. Di tahun-tahun berikutnya, Wismilak Foundation berharap program pemeliharaan ini dapat berlanjut dan menjangkau ke lebih banyak bangunan lainnya yang juga harus dipelihara bersama.

“Indonesia adalah negara besar dengan ratusan suku dan ribuan adat istiadat serta nilai budaya. Wismilak menyadari betul peran penting keberadaan budaya di tengah masyarakat, antara lain untuk merekatkan persatuan dan kesatuan serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi selanjutnya. Maka dari itu, sejak tahun 2007, Wismilak merasa harus turut serta melestarikan budaya Cap Go Meh di Pontianak ini setiap tahunnya, dan tahun ini secara konsisten kita sudah memasuki tahun ke-12,” ujar Edric Chandra, Community Manager Wismilak Foundation, yang secara langsung memberikan dukungan secara simbolis kepada Herison sebagai Ketua Yayasan Vihara Paticca Samuppada Borneo, Pontianak.

Pada perayaan Pawai Naga Bersinar Cap Go Meh 2019 ini, sekitar ratusan Naga dan Barongsai dengan beragam panjang dan warna akan menari dan diarak di sepanjang jalan-jalan protokol di kota Pontianak. Wismilak Foundation juga akan menjadi bagian dari naga milik Voice of Dragon Sinar Surya yang di tahun ini memiliki Panjang 50 meter dan terdiri dari 13 ruas.

 

Pawai Naga naga milik Voice of Dragon Sinar Surya yang didukung oleh Wismilak Foundation pada Perayaan Cap Go Meh 2019

Pembukaan Pasar Kuliner dan Pekan Promosi di Jalan Diponegoro pada tanggal 14 Februari 2019 lalu menandai dimulainya rangkaian Cap Go Meh 2019, dilanjutkan dengan ritual Naga Buka Mata di tanggal 17 Februari, Festival Pawai Naga Bersinar dan Barongsai pada 19 Februari dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 20 Februari 2019 besok di mana akan diadakan ritual Naga Tutup Mata yang akan diikuti dengan ritual pembakaran naga. Sebanyak 3.000 lampion menghiasi jalan-jalan utama kota Pontianak, ditambah dengan kehadiran Pohon Mei Hua raksasa setinggi 4 (empat) meter dan diameter 4 (empat) meter. Ada juga 1 (satu) satu ton kue keranjang yang disusun menyerupai sebuah pagoda dan ditempatkan di dekat Pohon Mei Hua.

Di tahun-tahun sebelumnya, kontribusi Wismilak Foundation tidak terbatas pada perhelatan Pawai Naga Bersinar saja. Di tahun 2018 lalu, Wismilak memberikan dukungan safety equipment kepada Badan Pemadam Kebakaran Bhakti Raya, Jalan Sei Raya Pontianak, yaitu sebuah organisasi pemadam kebakaran swasta independen yang bekerja memadamkan api secara sukarela di kota Pontianak. Di tahun 2017, beasiswa pendidikan juga diberikan kepada anak-anak komunitas pemadam kebakaran tersebut.

“Cap Go Meh ini menjadi satu di antara momentum andalan Kota Pontianak untuk mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan tujuan besar ini, rasanya kontribusi yang Wismilak Foundation berikan hanyalah setitik di antara kontribusi banyak pihak lainnya. Namun, yang lebih penting lagi kami bertekad untuk selalu mendukung kegiatan ini untuk target yang lebih besar lagi yaitu turut menciptakan keberkahan, kedamaian dan indahnya kehidupan bermasyarakat dalam keberagaman budaya di Indonesia,” pungkas Edric Chandra.

 

- Advertisement -

Comments
Loading...