banner 728x250

Generasi Z Punya Modal Jadi Perekat Kebhinekaan

  • Share
banner 468x60

INIBORNEO.COM, Pontianak – Generasi Z mempunyai modal kuat untuk menjadi perekat kebhinekaan di Indonesia. Maka, penting untuk memupuk rasa kebhinekaan sejak usia dini.

“Penting unuk memberikan pemahaman kebhinekaan, mengingat Indonesia merupakan negara yang majemuk dalam hal etnis, budaya dan kepercayaan,” ujar Romo Paulus Wiryono Priyotamtama, Ketua Asosiasi Perguruan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), 12 Oktober 2018 di Pontinak, Kalimantan Barat.

banner 336x280

APTIK menggelar even nasional Hari Studi bertemakan “Peran Aptik Untuk Mengukuhkan Kebangsaan Dalam Kebhinekaan” merupakan pertemuan anggota-anggota APTIK untuk bersama-sama mempelajari dan merefleksikan isu-isu penting yang relevan dengan kinerja pendidikan tinggi.

Bertindak sebagai tuan rumah Hari Studi ini adalah Yayasan Widya Dharma, Pontianak, yang mengelola Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Widya Dharma.

“Sesuai dengan tema yang kami angkat dimana kegiatan ini memiliki latarbelakang kondisi sosial bangsa Indonesia saat ini yang rawan terhadap konflik antar kelompok, termauk konflik yang melibatkan unsur-unsur agama dengan gerakan fundamental yang terarah ke penolakan terhadap kebhinekaan,” tambahnya.

Kegiatan studi Aptik sendiri akan diawali dengan paparan yang berkaitan isu-isu tersebut, untuk itu, dihadirkan beberapa narasumber yang diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait kebangsaan dan kebhinekaan.

Narasumber yang memaparkan materi yang mendampingi APTIK di dalam studi dan refleksi ini, yaitu, Dr Ahmad Suaedy (Pancasila sebagai Mitigasi Konflik, Suatu Tinjauan Historis Reflektif), D. Nani IR Nurrachman (Ancaman Menguatnya Radikalisme di Indonesia terhadap Kehidupan Berbangsa), Pastor Benny Susetyo (Membumikan Pancasila: Aktualisasi Nilai & Pembudayaan Karakter. “Nanti juga akan dilakukan pula diskusi kelompok ini diharapkan dapat untuk memperdalam pemahaman terkait materi  yang diberikan,” terangnya

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Gregorius Sri Nurhartanto, mengatakan, gencarnya gerakan politik praktis sektarian yang dalam beberapa aspek juga mulai mengatasnamakan dan membawa panji unversitas, tentu patut dipersoalkan.

“Terlebih universitas negeri yang kelahirannya melekat dengan sejarah perjuangan bangsa, yang memiliki amanah khusus dalam menjadikan Pancasila sebagai prinsip tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat,” sebutnya

Mewakili Gubernur Kalbar, Syawal Boendorekso, mengungkapkan, agenda hari studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan. “Kita apresiasi atas kegiatan ini dana berharap untuk mewujudkan hal ini tentu dukungan dari semua komponen yang ada juga sangat dibutuhkan,” tukasnya. (*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *