banner 728x250

Hari Ini, Api Obor Asian Para Games Lalui Garis Khatulistiwa

  • Share
banner 468x60

INIBORNEO, Pontianak – Setelah sukses dan semarak di empat kota yaitu Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar, kini Pawai Obor Asian Para Games III tahun 2018 menyambangi Pontianak, Kalimantan Barat yang kerap dikenal sebagai Kota Khatulistiwa pada Rabu, 19 September 2018.

Ketua Umum Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari, mengatakan, obor akan diberikan kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang diiringi dengan kesenian khas Kalbar.

banner 336x280

“Api obor ini akan menginap di Kota Pontianak,” ujarnya. Dari Gubernur H Sutarmidji, api obor akan diestafetkan kepada pembawa obor 1 yakni Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI Oesman Sapta Odang, kemudian diteruskan kepada Wakil Jaksa Agung RI sekaligus sebagai CdM (Chef de Mission) Indonesia dalam Asian Para Games 2018 Arminsyah, yang kemudian menuju ke pos 3 untuk menyerahkan pada pembawa obor 3 yakni Wahdina, peraih emas ASEAN Para Games 2005/09/11 dan 13 cabor renang.

Setelah itu obor dibawa berjalan menuju check point dan menaiki kendaraan pawai untuk diarak keliling kota sejauh 3,7 km. Pawai kemudian dilanjutkan dengan berjalan sejauh 1,2 kilometer. Wahdina akan memberikan api obor kepada Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI sekaligus sebagai Wakil Ketua IV INAPGOC Raden Isnanta, untuk diestafetkan kepada Kapolda Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Pol Didi Haryono.

Obor berikutnya akan berpindah tangan ke Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar ,Sugiyono, sebelum dipegang oleh Erlansyah selaku pemegang medali emas Peparnas 2012 cabaanh olahraga renang. Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi akan berperan sebagai pemegang obor kedelapan, sebelum diserahkan kepada Kesultanan Pontianak melalui Sultan Syarief Mahmud Melvin Al-Kadrie.

Dari Sultan Pontianak, api obor tersebut akan diserahkan kepada Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Deden Juhara, lalu diestafetkan kepada Direktur Wahid Institute, yakni Yenny Wahid, sebelum dipegang oleh paralympian nasional angkat berat peraih emas Peparnas 2016 Ahmad Fauzi.

Pawai Obor Asian Para Games di kota khatulistiwa akan berakhir di tangan Edi Rusdi Kamtono, selaku Walikota Pontianak terpilih. Edi akan menancapkan obor di panggung kehormatan untuk dilakukan deklarasi bersama “Gelorakan Semangat Peduli Disabilitas”.

Kota Pontianak terletak pada lintasan garis khatulistiwa dengan ketinggian berkisar antara 0,1 sampai 1,5 meter di atas permukaan laut. Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis ekuator.

Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Demikian juga dengan bayangan benda benda lain di sekitar tugu.

Jika dikaitkan dengan hal tersebut, Pawai Obor Asian Para Games III tahun 2018 kali ini tak kalah istimewanya dari kota-kota sebelumnya yang membawa semangat peduli disabilitas dan kesetaraan di mana para atlet akan berkompetisi dan meraih prestasi.

Api obor Asian Para Games III diambil dari api abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Rabu (5/9/2018) lalu dibawa ke Solo, Ternate, Makassar dan Denpasar, dan kini bersemayam di rumah jabatan Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (18/9/2018).

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *