banner 728x250

Kantong Air Helikopter Karhutla Timpa Pagar Rumah Warga

  • Share
banner 468x60

INIBORNEO, Pontianak – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kalimantan Barat, TTA Nyarong akhirnya buka suara soal rumor helicopter waterbombing yang jatuh. “Bucket mengenai pagar rumah warga. Bukan rumah atau apapun,” tukasnya, 30 Juli 2018.

Tidak ada kerusakan yang terjadi pada helicopter tersebut, dan hingga saat ini kegiatan pemadaman kebakaran lahan masih terus dilakukan. “Masih tangguh menghalau asap agar tamu dari dan ke Supadio tetap bisa normal melalukan aktivitas tanpa asap,” ungkapnya.

banner 336x280

Jatuhnya bucket bukan tanpa sebab. Kejadian pada Kamis 26 Juli 2018 itu, berawal saat helicopter Bell tersebut mengambil air untuk waterbombing atau penyiraman dari udara. Saat pesawat naik ke atas, temperature udara berubah, sehingga menyebabkan heli mengalami turbulensi. Kejadian berkisar pukul 12.50 hingga 13.00 WIB.

Nyarong mengutip pernyataan pilot, bahwa kejadian turbulensi tersebut merupakan hal yang biasa terjadi di dunia penerbangan. Kondisi pesawat dan cre saat itu pun normal. Kejadian di Tanjung Satai, Pulau Maya Karimata, Kabupaten Kayong Utara tersebut sempat membuat rumor di kalangan warga.

Helikopter yang kantong airnya menimpa pagar rumah warga merupakan salah satu pesawat pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalbar. Terdapat enam helicopter yang akan disiagakan di Kalimantan Barat untuk mengantisipasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Helikopter tersebut sekaligus untuk patrol di wilayah-wilayah yang kerap terjadi firespot. “Saat ini baru datang empat. Dua lagi datang menyusul secepatnya,” ujarnya.

Helikopter waterbombing tersebut mempunyai kapasitar paling kecilsekitar 500 kiloliter dan tiga heli berkapasitas 3,5 ton. Sementara itu, dua heli yang akan datang kapasitasnya sekitar 4 ton.(*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *