banner 728x250

Syarif Bando: Perpustakaan Menentukan Mutu Siswa dan Sekolah

  • Share
banner 468x60

INIBORNEO, PONTIANAK – Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, meminta para pengelola perpustakaan sekolah termasuk para guru untuk mendayagunakan bahan pustaka kepada peserta didik. Hal tersebut diungkap saat memberikan pemaparan dalam pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan SMA/SMK se-Kalimantan Barat di Hotel Mercure, Kamis (5/7/2018).

“Kalau menjadi pengelola perpustakaan (sekolah), maka pengelola perpustakaan itu menganalisis perkembangan perpustakaannya. Berapa koleksi bahan pustaka yang dimiliki untuk karya umum, berapa yang terbaca, berapa yang tidak terbaca,” ungkapnya di hadapan 200 peserta bimtek.

banner 336x280

Syarif menceritakan beberapa kali bertemu dengan pengelola perpustakaan sekolah yang mengeluhkan tidak ada siswa yang mau datang membaca. Dia pun melihat langsung kondisi perpustakaan sekolah yang berdebu dan hanya memiliki koleksi buku paket sekolah.

“Jangan hanya mengeluh, tapi tidak mengetahui apa tugas. Berat memang, tapi harus paham,” tukasnya.
Pria yang menjabat Kepala Perpusnas sejak 8 Juni 2016 memaparkan pengelola perpustakaan harus memahami bagaimana menyusun rencana kerja perpustakaan sekolah dan bagaimana memahami mendayagunakan bahan pustaka kepada peserta didik.

“Yang ketiga, bagaimana meyakinkan pihak sekolah bahwa perpustakaan inilah yang akan menentukan mutu para siswa dan sekolah ini,” tegasnya. Sebagai pengelola perpustakaan sekolah, para guru maupun tenaga honor harus menyadari arti penting perpustakaan sebagai wahana membaca para siswa. Para siswa yang lulus dari sekolah dan memegang selembar ijazah takkan berarti tanpa ada proses transfer ilmu dari hasil mereka membaca.

“Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada institusi sekolah terbaik manapun di muka bumi ini tanpa ada orang-orang di dalamnya yang rajin membaca. Dunia ini gelap tanpa membaca,” kata Syarif. Dia menambahkan, guru adalah obor dan pelita bagi masyarakat. Gurulah yang mengantarkan siswa hingga bisa menatap dunia jauh lebih luas.
“Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh gurunya. Maka itu penting bagi kami untuk menyampaikan, mari kita mulai membangun budaya membaca, meningkatkan harkat bangsa ini dengan mulai membaca dari kita sebagai guru,” ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Ignasius Ik menambahkan, meskipun sekolah merupakan ranah dinas pendidikan, namun dibutuhkan kerjasama lintas sektoral dalam meningkatkan daya guna bahan pustaka di perpustakaan sekolah. Disadari bahwa meskipun era digital telah merambah hingga ke pedesaan, namun keterbatasan akses sinyal juga membuat masyarakat membutuhkan buku fisik untuk mengakses informasi.

“Bagi mereka yang berada di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, mereka masih membutuhkan buku yang berbentuk fisik untuk menambah informasi yang mereka butuhkan,” ungkapnya.(*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *