banner 728x250

Ini Kata Dosen Frantinus, Pelaku Guyonan Bom di Pesawat

  • Share
banner 468x60

TEMPO.CO, Pontianak – Frantinus Nirigi, warga Papua yang terjerat kasus informasi bom di pesawat Lion Air JT 687, Senin malam kemarin, menjadi sorotan banyak pihak. Terutama di almamaternya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura.

Tak pernah pulang kampung selama berkuliah di Kalimantan, sekalinya akan pulang malah terkena kasus informasi bom palsu. “Memang bicaranya cepat. Saya saja selalu minta dia mengulang kalimat jika ada yang tidak jelas. Jadi mungkin saja salah dengar,” ujar Pardi, seorang doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan, yang juga dosen pembimbing Nigiri, 29 Mei 2018.

banner 336x280

Nirigi adalah mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua. Dia asal Wamena, dan selama menempuh kuliah tahun 2010 di Kalimantan Barat, belum pernah pulang ke kampungnya.

“Biayanya mahal. Dia cerita bisa sampai Rp 10 juta kalau mau pulang. Makanya dia bertahan. Dari Jayapura ke tempat asalnya harus menempuh waktu empat jam perjalanan lagi,” ungkap Pardi.

Nirigi ternyata sudah lulus tahun lalu. Namun baru bisa pulang tahun ini. Diduga Nirigi mengumpulkan uang terlebih dahulu. Pardi tidak menampik kemungkinan ada stigma dalam melihat penampilan Nirigi sebagai orang Timur Indonesia. “Kesannya keras. Padahal tidak kok. Semoga apa yang dituduhkan tidak benar,” tambahnya.

Kepala Kepolisian Resor Kota Pontianak, Ajun Komisaris Besar Polisi Wawan Kristyanto, mengatakan belum menetapkan status tersangka pada Nirigi. “Masih diperiksa, dan didalami,” katanya. Nirigi saat ini masih berada dalam pemeriksaan di Polresta Pontianak.

Agar tidak simpang siur, Polresta Pontianak akan merilis hasil pemeriksaan Nirigi. Termasuk kebenaran dari informasi awal bahwa Nirigi berteriak membawa bom di dalam tas bawaannya, seperti yang telah diberitakan banyak media online.

Informasi lainnya, menyebutkan bahwa dialek Nirigi yang cepat menyebabkan beberapa orang salah dengar. Nirigi menyebutkan, “hati-hati ada laptop, Bu,” namun pihak lain mendengarnya ‘bom’. Nirigi pun dibawa ke ruangan terpisah untuk menjelaskan perkataannya. Tetapi mendadak semua penumpang panik. Salah seorang penumpang membuka pintu darurat, padahal awak kabin Lion tidak memberikan instruksi.

Seorang penumpang lalu membuka paksa pintu darurat, sehingga penumpang keluar dari atas sayap pesawat dan terjun turun. Akibatnya ada yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Polisi menyatakan belum menyidik terkait hal ini. “Tidak ada laporan dari pihak Lion Air. Nanti tunggu selesai penyidikan,” katanya. (*)

source: Tempo.Co

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *