banner 728x250

Sepuluh Ton Ikan Beku Malaysia Gagal Diselundupkan

  • Share
Ikan beku dari Malaysia yang akan dimusnahkan di area CISQ Entikong, perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak, Malaysia.
banner 468x60

INIBORNEO.COM, Entikong – Sepuluh ton ikan beku dari Malaysia berhasil digagalkan masuk melalui perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak, Malaysia, Jumat 25 Mei 2018 lalu. Ribuan ikan illegal ini kemudian dimusnahkan oleh Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Ikan-ikan tersebut masuk melalui pintu masuk Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Saat itu kita tengah melakukan pengawasan kerja di sana,” tukas Kepala BKIPM Entikong, Giri Pratikno, Senin 28 Mei 2018. Ikan beku yang dimusnahkan terdiri dari 8,5 ton ikan kembung beku, 1 ton ikan makarel beku, dan 500 kilogram ikan patin. Semua ikan didatangkan dari Malaysia, tanpa dilengkapi dengan dokumen sah.

banner 336x280

Semua ikan tersebut dibawa dengan menggunakan dua truk, dengan nomor polisi KB 9071 J dan B 9026 TYW. Setiap truk membawa sebanyak 5 ton ikan beku. Pemilik ikan, Herrina, adalah warga Kabupaten Bengkayang, tidak dapat menunjukkan dokumen yang sah saat dilakukan pemeriksaan. Saat ini Herrina masih menjalani serangkaian pemeriksaan keterangan.

Pemusnahan ikan belu selundupan tersebut disaksikan pihak Imigrasi, Bea Cukai dan jajaran TNI/Polri setempat. BKIPM akan terus melakukan pengawasan sepanjang jalur perbatasan, terlebih momen puasa dan menjelang Ramadan. Pengawasan juga melibatkan pihak TNI/Polri karena terkendala personel di lapangan.

Percobaan penyelundupan ikan beku asal Malaysia bukan yang pertama kali terjadi di Kalbar. Tahun 2017 lalu, Kepolisian Resor Bengkayang berhasil mengagalkan penyelundupan serupa. Dua mobil didapati mengangkut 84 kotak ikan asin sardin beku, 16 karung ikan tongkol hitam. Pelaku membawa barang-barang tanpa dokumen yang sah ini melalui pintu perbatasan Jagoi Babang.

Jagoi Babang adalah daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serikin, Negara Bagian Serawak Malaysia. Aksesnya sangat baik, namun belum menjadi pintu masuk resmi sebagai Pos Lintas Batas Negara.

Anggota DPRD Kalbar, dapil Singkawang-Bengkayang, Bong Cin Nen, mengatakan, program pembangunan PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang baru akan terealisasi pada tahun 2019 mendatang.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *