banner 728x250

Pentingnya Menyusui Bayi Prematur

  • Share
banner 468x60

 

Anak adalah anugerah luar biasa yang dititipkan Tuhan yang Maha Kuasa kepada kita sebagai orang tua, khususnya untuk seorang ibu. Sewaktu hamil, setiap saat ibu merasakan proses kehamilan yang beragam. Dimulai dari keluhan mabuk, sakit pinggang, mual, muntah, pusing dll. Semua kesulitan ibu rasakan dengan penuh suka cita demi menanti sang buah hati.
Setelah hamil tibalah saatnya menjelang kelahiran bayi. Tentunya proses melahirkan anak sehat yang mudah, kehamilan cukup bulan (9 bulan 10 hari) baik dengan cara pervaginam (melahirkan spontan) ataupun sectio, adalah impian semua ibu. Namun ada kalanya kenyataan itu berubah ketika Tuhan memiliki rencana yang lebih indah untuk ibu dan bayi, yaitu saat melahirkan anak dengan tidak cukup bulan atau biasa disebut bayi prematur. Melahirkan bayi premature tentu membuat ibu kaget, khawatir, terpukul bahkan terpuruk.
Baca hingga tuntas buletin AIMI Kalbar edisi 39/Mei 2018 kali ini yang akan membahas mengenai menyusui bayi prematur.
Pertama, mari kita bahas terlebih dahulu tentang definisi prematur.
Bayi dikatakan prematur jika lahir belum cukup bulan yaitu di bawah usia kehamilan 37 minggu, sedangkan bayi cukup bulan lahir pada usia kehamilan 37 – 40 minggu.
Bayi prematur sebagian besar dilahirkan dengan kondisi sakit, bahkan banyak yang kritis karena bayi lahir belum cukup bulan kondisinya masih amat sangat lemah. Bayi yang seharusnya masih berada di dalam rahim ibu tiba-tiba dengan kondisi terpaksa harus lahir. Tentu saja kondisi tersebut sangat beresiko karena organ tubuh bayi yang belum berkembang sempurna sebagaimana bayi yang lahir cukup bulan.
Bayi prematur ditempatkan di ruang NICU, di dalam inkubator dengan alat pacu nafas sampai alat picu jantung terpasang di tubuhnya. Infus pun memenuhi kaki dan tangan. Dengan ukuran tubuh bayi yang sangat mungil, kulitnya pun terlihat tipis hingga kita bisa melihat pori-pori di jari mungilnya.
Di saat ibu yang hamil cukup bulan melahirkan kemudian dapat langsung memeluk dan mencium buah hati, tertawa bahagia, dan takjub, tidak demikian yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan bayi prematur. Di satu sisi, ibu merasakan sakit luar biasa selepas melahirkan. Di sisi lain, ibu mencemaskan kondisi bayi yang sedang berjuang melawan maut.
Kondisi semacam ini pasti membuat ibu sangat terpuruk sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak seperti suami, orang tua, mertua, sahabat, orang-orang terdekat dan tenaga kesehatan.
Pengetahuan yang kurang (terutama terkait menyusui), apalagi dengan kondisi melahirkan bayi prematur akan membuat ibu bingung, begitu juga dengan suami atau anggota keluarga lain yang tidak jarang membuat ibu semakin cemas. Belum lagi jika fasilitas kesehatan tempat kita melahirkan tidak memberikan edukasi/konseling menyusui yang memadai. Di sinilah letak pentingnya mencari informasi terkait fasilitas dan tenaga kesehatan yang baik sebelum melahirkan.
Kedua, bisakah ibu menyusui bayi prematur?
Direct breastfeeding atau menyusui langsung di minggu pertama kelahiran sangat sulit dilakukan mengingat fokus utama adalah masa pemulihan bayi.
Lantas, dengan fakta seperti itu, apa yang dapat ibu lakukan?
Pumping atau perah payudara 6 jam setelah melahirkan selama 24 jam pertama kelahiran. Lakukan sesegera dan sesering mungkin.
Benarkah ASI dapat keluar tanpa diisap bayi?
Bisa. Memerah sesegera mungkin setelah melahirkan sangat membantu kelenjar payudara untuk memproduksi ASI. Dianjurkan agar ibu memerah payudara menggunakan tangan untuk memaksimalkan ASI keluar. Perah dengan tangan juga sekaligus pijatan alami yang dapat merangsang keluarnya LDR (Let Down Reflex). Hindari penggunaan alat pompa karena dipastikan tidak akan keluar. Kalaupun keluar akan segera kering menempel di botol.
Selain itu, kandungan lemak yang terdapat dalam ASI yang diperah dengan tangan lebih tinggi dibanding bila diperah dengan alat pompa.
Perah dilakukan per 2 jam sekali selama 24 jam dengan tujuan menggantikan isapan bayi yang hilang. Karenanya, ibu harus ekstra siaga per 2 jam untuk bangun dan memerah payudara. Hasil perahan pertama memang tidak sebanyak yang dibayangkan tetapi ingatlah bahwa di awal hari pertama kelahiran bayi tidak membutuhkan ASI banyak karena kapasitas lambungnya yang kecil. Tidak perlu khawatir bayi akan kekurangan minum karena bayi memang harus kehilangan cairan di hari-hari pertama kelahiran dan absorbsi usus juga terbatas.
Pertama kali memerah, tampung hasil perahan di dalam suntikan ukuran 1 ml. Tujuannya agar ibu termotivasi melihat hasil perah. Seiring makin banyaknya hasil ASI perah, ibu dapat menampungnya di botol kaca dengan tutup karet.
Menurut penelitian, sebagian besar ibu menyusui mengeluhkan produksi ASI mereka di hari-hari awal kelahiran. Ternyata keluhan tersebut adalah salah satu alasan terbesar kegagalan proses menyusui. Memerah dengan konsisten 6 jam setelah ibu melahirkan selama 24 jam untuk menggantikan isapan bayi sangat berpengaruh untuk kesuksesan menyusui di bulan-bulan berikutnya karena produksi ASI yang stabil. Makin lama ibu memerah dengan tangan, kemungkinan kesuksesan menyusui makin besar. Yang tidak kalah penting adalah bayi dapat segera mendapatkan kolostrum yang bisa membantu mempercepat kesembuhan pada bayi prematur.
Mengapa harus ASI?
Seperti kita ketahui bersama, kandungan ASI sangat luar biasa. ASI keluar sesuai kebutuhan bayi.
ASI sebagai cairan hidup sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi. ASI diserap sempurna oleh tubuh dan merupakan susu terbaik karena saat diproduksi oleh payudara secara otomatis sudah disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh bayi.
ASI ibu yang melahirkan bayi prematur sangat berbeda komposisinya dengan ibu yang melahirkan bayi cukup bulan. ASI dari ibu yang melahirkan bayi prematur lebih banyak kandungan antibodi, protein, kalsium dan juga lemak yang berfungsi untuk membantu mempercepat kenaikan berat badan pada bayi.
Pemberian ASI juga mengurangi resiko bayi dari Retinopathy of Prematurity (ROP). ROP adalah penyakit mata yang terjadi pada bayi yang lahir prematur. ROP menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada retina, yaitu lapisan jaringan syaraf pada mata yang penting untuk pengelihatan.
Pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada retina ini akan menyebabkan lapisan retina terlepas dan mengakibatkan kebutaan (dr. Rozalina Loebis, SpM(K))
Untuk alasan itulah bayi prematur yang sangat mudah terinfeksi baik itu karena bakteri ataupun virus, ditambah organ tubuh bayi yang belum sempurna, dari usus, pencernaan, jantung dll membutuhkan ASI.
Dengan komposisi ASI yang berubah-ubah setiap detiknya, hanya ASI ibu yang cocok untuk bayinya sendiri karena setiap bayi memiliki kebutuhan ASI yang berbeda.
Bisa kita bayangkan apabila bayi prematur diberikan PASI (pengganti ASI) dengan kondisi tubuh mereka yang sangat ringkih tiba-tiba masuk benda asing ke dalam tubuhnya, walau dengan takaran yang sama, tentu sangat berbeda dengan ASI.
Bagaimana dengan pemberian donor ASI?
Pemberian donor ASI diperbolehkan dengan ketentuan ketat sebagai berikut:
Namun perlu ditekankan, jika ibu dalam keadaan sehat, ibu disarankan untuk memerah payudaranya sehingga bayi bisa segera mendapatkan kolostrum guna mempercepat pemulihan bayi. Ibu dapat meminta konselor menyusui terdekat untuk mendampingi bila diperlukan.
Ketika di NICU
Ada beberapa hal penting yang patut orang tua usahakan ketika bayi di ruang NICU, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Minta tenaga kesehatan untuk tidak memberikan ASI dengan media dot. Minta mereka untuk menggunakan media lain selain dot karena penggunaan dot dapat menimbulkan masalah baru terkait menyusui seperti dapat dibaca di link berikut: http://m.facebook.com/notes/aimi-kalbar/buletin-aimi-kalbar-periode-januari-2015-manfaat-menyusui-dan-resiko-penggunaan-/635397233255883/?ref=bookmarks
2. Komunikasikan agar ibu atau ayah dapat melakukan Kangaroo Mother Care (KMC) atau Metode Kanguru sesegera mungkin
3. Ikut komunitas untuk menjaring informasi mengenai dunia premature sebanyak mungkin. Salah satunya melalui media social. (di FB ada grup Premature Indonesia)
4. Minta rujukan dokter untuk rekomendasi skrining wajib seperti ROP, OAE, BERA, dan jantung.(**)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *