banner 728x250

Ini Alasannya, Warga Sintang Tolak Pemekaran PKR

  • Share
banner 468x60

SINTANG – Rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR), selain terhambat regulasi dan kebijakan pemerintah pusat, juga mendapat penolakan sebagai besar masyarakat di wilayah timur provinsi Kalbar. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, masyarakat menilai jika pemekaran daerah hanya akan membagi kekuasaan di kalangan elit politik saja.

“Pemekaran daerah hanya ingin berbagi daerah kekuasaan saja. Bohong jika ingin mempersatukan Kalbar dengan mendukung pemekaran daerah,” ujar Abdinus Arap Tokoh Pemuda asal Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sintang, Sabtu (28/4), saat berdialog dengan calon gubernur Kalbar nomor urut 2, dr Karolin Margret Natasa.

banner 336x280

Arap menjelaskan, membangun daerah seperti Kalbar dibutuhkan komitmen, kebersamaan serta perjuangan dari semua elemen masyarakat. Karena itu, jika pemekaran daerah terjadi, maka akan lebih sulit lagi bagi daerah di wilayah timur seperti Kabipaten Sintang, untuk memajukan daerahnya.

“Oleh karena itu saya tegaskan, kita semua jangan mau diombang-ambingkan oleh isu pemekaran daerah itu. Karena justru akan membuat kita semakin sulit mendapat anggaran pembangunan,” jelas Abdinus Arap.

Warga Kabupaten Sintang lainnya, Robertus Jani menyebutkan, jika ada calon gubernur Kalbar yang ingin memekarkan daerah, maka dia tidak cinta dengan masyarakat khususnya di Kabupaten Sintang.

“Saat calon yang menjanjikan pemekaran kapuas raya terpilih, maka dia lepas tanggungjawabnya dengan kita di sini. Dia enak-enakkan duduk jadi gubernur Kalbar, sedangkan kita disini sulit membangun daerah,” ujar Robertus Jani.

Tidak hanya itu, sebagai tokoh pemuda yang paham dengan situasi politik saat ini, Robertus Jani juga menilai, isu pemakaran provinsi Kapuas Raya hanya dilontarkan oleh elit politik yang kurang paham dengan kondisi daerahnya sendiri.

“Itukan sudah jelas, beberapa hari lalu saya dengar pernyataan penjabar gubernur Kalbar yang menegaskan, jika pemerintah pusat tidak akan merealisasikan pemekaran daerah,” paparnya.

Sementara itu, calon gubernur Kalbar nomor urut 2, dr Karolin Margret Natasa mengapresiasi masukan dan pemahaman warga tentang isu politik yang bergulir di Pilkada kali ini.

Karolin menilai, masyarakat saat ini sudah sangat cerdas sehingga sebagai satu-satunya calon gubernur dari kaum perempuan, Karolin menyatakan jika dirinya bersama calon wakil gubernur Kalbar Suryadman Gidot, hanya akan berjuang memenangkan Pilkada dengan program yang masuk akal dan dibutuhkan warga Kalbar.

“Saya sangat bangga dengan masyarakat di Kabupaten Sintang, pintar dan cerdas dalam mencermati isu politik. Sebagai calon gubernur, saya hanya bisa mengatakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti pelayanan di sektor pendidikan, kesehatan dan infrasrtuktur itulah yang perlu setiap tahun kita tingkatkan. Saya punya modal yang cukup untuk membangun Kalbar hebat, dengan dukungan pemerintah pusat di bawah komando Presiden Joko Widodo,” pungkas Karolin.

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *