Menu
Ini Borneo
banner 728x250

10 Kasus Candaan Bom Sepanjang Mei 2018, Terbanyak di Lion Air

  • Bagikan
banner 468x60

TEMPO.COJakarta -Peristiwa penumpang yang bercanda membawa bom di maskapai penerbangan sudah berulang kali terjadi. Kasus terbanyak terjadi di maskapai Lion Air. Yang terbaru adalah salah satu penumpang, FN yang mengaku membawa bom di dalam pesawat Lion Air. Akibatnya terjadi kepanikan sehingga penumpang lainnya nekat menjebol pintu darurat untuk keluar dari pesawat.

Berdasarkan catatan, sebanyak 10 kasus serupa terjadi sepanjang Mei 2018. Berikut adalah rinciannya:

banner 336x280

2 Mei 2018
Penumpang pesawat Lion Air JT 120 dari Cengkareng dengan tujuan Tanjung Pandang, Belitung berinisial FW mengaku membawa tas berisi bom. Pengakuan yang diutarakan kepada awak kabin itu dilakukan saat ia sudah berada di dalam pesawat. Saat diperiksa petugas, tas tidak berisi bom. Hal itu dilakukan dengan niat membuat lelucon kepada pramugari.

Petugas mengamankan ST, penumpang Lion Air, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG). Penumpang yang hendak terbang ke Surabaya ini dicokok saat boarding karena mengaku membawa bom. Setelah diperiksa, ternyata tak ada bahan peledak di dalam tas ST.

12 Mei 2018
Lagi-lagi seorang penumpang berinisial ZN dan empat rekannya gagal terbang dengan pesawat Lion Air karena mengaku membawa bom kepada awak kabin. Calon penumpang tersebut hendak bertolak ke Pangkal Pinang dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang.

16 Mei 2018
Pada 16 Mei 2018, ada tiga kejadian serupa. Penerbangan Lion Air tujuan Pekanbaru dari Jakarta ditunda karena calon penumpangnya berinsial DB mengaku sebagai teroris dan membawa bom. Hasil pemeriksaan tak ada benda mencurigakan di dalam pesawat. DB pun gagal terbang.

16 Mei 2018
Penumpang Batik Air dari Cengkareng tujuan Ternate, berinisial RA juga menyebutkan kata bom saat akan masuk ke dalam pesawat. RA pun diturunkan dari pesawat.

16 Mei 2018
Masih di pesawat Batik Air dari Lombok Praya ke Cengkareng, seorang penumpang berisial ET juga mengaku membawa bom.

18 Mei 2018
Penerbangan Lion Air JT 261 dari Kalimantan Utara ke Kalimantan Timur sempat mengalami keterlambatan akibat gurauan EF yang mengaku membawa bom. Pengakuan itu dilontarkan saat ia masuk ke ruang tunggu keberangkatan (boarding gate). Padahal hasil pemeriksaan, tak ditemukan benda mencurigakan.

23 Mei 2018
Dua anggota DPRD Banyuwangi diamankan petugas Bandara Banyuwangi karena bercanda mengenai bom saat hendak naik pesawat Garuda rute Banyuwangi- Jakarta di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur. Keduanya pun gagal berangkat.

27 Mei 2018
Penumpang Lion Air JT280 rute Cengkareng-Kuala Lumpur mengalami keterlambatan penerbangan atau delayed lantaran salah satu penumpangnya YS (25) mengaku membawa bom ke dalam pesawat.

28 Mei 2018
Frantinus Sigiri, penumpang Lion Air rute Pontianak-Jakarta diamankan petugas Avsec Bandara Supadio Pontianak gara-gara bercanda membawa bom. Akibatnya penumpang berhamburan keluar melalui pintu darurat pesawat.

Source : Tempo.Co

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *