Xbank Kalbar Kian Eksis, Buka Xbank Corner

0 271

Betapa terkejutnya saya, saat melintasi ex cafe d’Teraz yang terletak di Jalan Gusti Hamzah, Pontianak. Dengan sepeda putih milik saya, sepeda saya engkol agak lambat. Kepala saya menghadap ke sisi kiri, sementara kedua bola mata saya memperhatikan lekat-lekat kafe tersebut. “Xbank Corner,” dalam hati saya berujar. Jelas tertulis di spanduk, bahwa softlaunching kafe tersebut dilakukan pada hari itu, Selasa (1/5) saat hari buruh.

Selepas itu, sepanjang perjalanan saya terus memikirkan kafe tersebut. Penasaran. Kok bisa secepat itu dibangun kafe. Siapa yang menginisiasi? Begitulah barangkali gumamku dalam hati.

Itupun nyatanya menjadi kabar gembira bagi saya, sebab sudah jauh-jauh hari saya rencanakan hendak menulis tentang eksistensi Xbank di Kalbar. Tahu Xbank? Ini adalah komunitas para mantan pekerja di lembaga jasa keuangan, seperti bank, asuransi, leasing, finance, hingga koperasi. Lembaga Jasa keuangan tersebut tidak lagi menjadi tempat bagi mereka bekerja. Bukan karena dipecat. Namun karena mereka memilih mengundurkan diri, lantaran ada unsur riba.

Sabar dulu! Tulisan kali ini saya tidak akan bahas soal riba ya. Sebab itu perkara yang saya tidak punya kapasitas untuk mengulasnya. Kita akan berkenalan dengan para Xbank dan Xbank Corner yang eksistensinya terus menunjukkan tren menanjak, khususnya di Kalimantan Barat, propinsi kebanggaan kita ini.

Saking semangatnya, di hari pertama beroperasi saya langsung mendatangi kafe tersebut. Setelah melewati aktivitas yang cukup padat, bak artis yang punya main sinetron striping, saya baru bisa bertandang ke sana pada malam hari. Tepatnya sebakda isya. Namun sayang, kafe sudah tutup. Pegawai dan pemilik kafe tengah berkemas saat penulis dan beberapa rekan penulis bermaksud kongkow di sana.

“Sudah tutup. Tadi pengunjungnya membludak,” ungkap Riza Fasa, koordinator Xbank Corner Pontianak.

Pantas saja membludak, karena hari itu ada diskon 50 persen. “Bahkan kami kualahan,” katanya.

Tak mau sia-sia, saya mencoba memperkenalkan identitas saya serta maksud “terselubung” dari kedatangan ke kafe tersebut. Dan syukur saja mereka dengan tangan terbuka memperbolehkan saya mengetahui lebih dalam tentang Xbank dan Xbank Corner. Saya diberikan kontak Riza Fasa.

Pagi harinya, (2/5), saya langsung hubungi dia, dengan mengatakan bahwa saya ingin mendengarkan ceritanya. Pertemuan dilakukan pada pukul 09.30 WIB. Kami duduk di salah satu meja. Kemudian mulailah dia menceritakan apa itu Xbank.

“Xbank adalah komunitas nirlaba yang terdiri dari sekumpulan orang yang memiliki latar belakang sebagai pegawai di lembaga keuangan ribawi yang telah atau berniat hijrah agar terlepas dari transaksi riba dan mendapat rezeki yang diridai Allah SWT,” jelas Riza yang juga mantan Manager Unit Bank milik pemerintah.

Xbank berdiri di Jogjakarta pada pertengahan 2017. Terbentuknya komunitas ini nyatanya mendapatkan perhatian masyarakat, hingga daerah-daerah lain turut mendirikan komunitas ini di daerah masing-masing. Termasuklah di Kalimantan Barat. Riza Fasa adalah salah satu pendirinya.

Xbank Kalbar terbentuk pada Februari 2018. Terbentuknya komunitas ini berawal dari pertemuan mantan lembaga keuangan yang dilakukan secara rutin setiap akhir pekan. Hingga saat ini jumlah anggotanya sudah lebih dari seratus orang dari berbagai daerah di Kalbar. Namun hampir 50 persen berasal dari Kota Pontianak.

Dibentuknya komunitas ini adalah sebagai wadah untuk saling menguatkan sesama anggota. Penguatan itu penting karena bekerja di sektor swasta penuh dengan tantangan. Mengapa saya sebut swasta? Karena sebagian besar dari mereka setelah terlepas dari pekerjaan lamanya, memilih berwirausaha. Mau kerja kantor, tidak ada lagi yang manerima lantaran tak lagi diangkatan kerja.

Komunitas ini juga mewadahi pekerja yang hendak berhijrah, namun belum juga berhijrah. Sebab masih ada keraguan dan kekhawatiran tentang masa depan. Namun para anggota yang telah berhijrah tidak pernah memaksa mereka keluar dari tempat mereka bekerja. Pendekatan dilakukan dengan cara persuasif.

Memang ada banyak kekhawatiran saat meninggalkan pekerjaan yang menurut penulis bermasa depan cerah itu. Kekhatiran utamanya terkait rizki penggani atau pekerjaan apa setelah kelaur dari perusahaan. Hal inilah yang memotivasi para anggota untuk mendirikan usaha bersama. Maka didirikanlah Xbank Corner.

“Xbank Corner tempat para anggota untuk menjual produknya. Menu-menu di sini adalah menu yang dijual oleh beberapa anggota. Intinya kami saling bekerjasama untuk mendirikan kafe ini,” katnaya.

Selain perniagaan, kafe itu juga dijadikan pusat berkumpulnya para mantan pekerja lembaga keuangan serta yang ingin berhijrah dari pekerjaannya. Xbank Corner juga akan menjadi pusat informasi terkait Xbank, serta sebagai salah satu cara memperkenalkan diri pada masyarakat.

Comments
Loading...