WVI Menggandeng Pemerintah Sosialisasikan Panduan Belajar Dari Rumah

0 60

INIBORNEO.COM, Pontianak – 10 Juni 2020, Proses belajar mengajar selama masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi para guru dalam menghantarkan ilmu bagi para peserta didiknya. Untuk menjembatani berbagai tantangan yang dihadapi oleh warga sekolah, maka Kemendikbud beserta beberapa pihak, salah satunya Wahana Visi Indonesia bersama-sama merumuskan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Belajar dari Rumah selama masa pandemi.

Panduan yang ditetapkan melalui Surat Edaran Kemendikbud No. 15 tahun 2020 tersebut dibuat dengan tujuan utama memenuhi hak anak untuk mendapat layanan pendidikan selama darurat COVID-19.

Selain itu, panduan dibutuhkan untuk melindungi warga satuan pendidikan/sekolah dari dampak buruk COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di lingkungan satuan pendidikan, hingga memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, siswa dan orangtua.

Dalam panduan, dijabarkan tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan setempat, kepala sekolah, guru, hingga siswa dan orangtua siswa. Semua pihak memiliki peran penting yang harus dijalankan agar anak tetap terpenuhi pendidikannya dengan maksimal.

Selain itu, terdapat pula panduan pembelajaran baik secara daring (online) maupun luring (offline) untuk peserta didik yang menghadapi keterbatasan perangkat, serta daerah yang tidak terjagkau sinyal internet.

Wahana Visi Indonesia Zonal Kalimantan Barat menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Lembaga Penjaminan Mutu (LPMP) Kalimantan Barat, BP PAUD & DIKMAS Provinsi Kalimantan Barat dan PGRI Provinsi Kalimantan Barat serta Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Menegah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bersama-sama mendiseminasikan Pedoman Belajar Dari Rumah ini melalui Webinar yang berlangsung pada Rabu (10/6/2020).

“Kami berharap proses webinar ini bisa menjadi inspirasi bagi semua guru, tenaga kependidikan dan orangtua dalam mendukung anak selama proses belajar dari rumah. Sehingga pemenuhan hak anak mendapatkan pendidikan bisa tetap terpenuhi selama pandemi ini,” ujar Portunatas Tamba, General Manager Wahana Visi Indonesia Zonal Kalimantan Barat.

Di masa pandemi COVID-19 ini, WVI melakukan respon dengan mendampingi dan memfasilitasi guru-guru dampingan untuk melakukan pembelajaran baik secara daring maupun luring. Selain itu, WVI juga membagikan bahan ajar kepada guru dan menyediakan buku cerita untuk anak-anak. Sosialisasi juga dilakukan melalui berbagai media cetak, elektronik, dan melalui radio.

Di lingkungan satuan pendidikan, Kemendikbud telah mengambil kebijakan untuk menutup sekolah selama masa pandemi Covid-19. Selama masa penutupan, kegiatan belajar mengajar dialihkan melalui penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Analis Kebijakan Madya Direktorat Guru dan tenaga Kependidikan Menegah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Saeful Bari, mengungkapkan, Panduan PJJ diperlukan karena adanya banyak perbedaan aktivitas yang harus dilakukan oleh guru.

“Sebagai contoh, guru harus mereview kurikulum, fokus pada literasi dan numerasi, menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berbeda, hingga menentukan metode dan interaksi yang dipakai dalam penyampaian pembelajaran melalui daring, luring, atau kombinasi keduanya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemi. Ini semua dibutuhkan agar mutu KBM tetap. (r-papiadjie)

Comments
Loading...