Warkop Abai Prokes, Harisson : 30 Hingga 40 Persen Pengunjung Terpapar Covid-19

0 384

INIBORNEO.COM, Pontianak – Risiko penularan Covid-19 pada warung kopi dan café di Kota Pontianak sangat tinggi. Dari hasil Razia swabs yang dilakukan Satgas Covid-19 selama ini, sekitar 30 hingga 40 persen pengunjung terkonfirmasi kasus Covid-19.

“Warga agar lebih bijak dalam memilih Warkop. Jika Warkopnya kelihatan padat, orang duduk berdekatan dan tidak mengindahkan Protokol Kesehatan, sebaiknya Warkop seperti ini tidak dikunjungi,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, Sabtu 19 Desember 2020.

Kata dia, berdasarkan beberapa pemeriksaan laboratorium dari hasil Razia di Warkop atau café, sekitar 30 – 40 persen pengunjung terpapar Covid-19. Maka, risiko penularan di Warkop dan Café yang abai protokol kesehatan sangat tinggi.

Jika datang ke sana, kata Harisson, kemungkinan besar akan tertular Covid-19. “Semua yang terpapar hasil dari Razia Café dan Warkop adalah orang-orang yang terpapar Covid-19 dengan tanpa gelaja,” katanya.

Jumat kemarin, Satgas Covid-19 Kalbar melakukan Razia swab di Kepo café di Jalan Merdeka. Dari hasil Razia terhadap 32 orang yang diswab, 13 diantaranya positif atau kasus terkonfirmasi Covid-19. “Dari 13 itu, satu diantaranya adalah penanggung jawab atau pemilik Warkop,” terang Harisson.

Secara terpisah, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan, masih banyak pengusaha yang sengaja tidak mengikuti protokol kesehatan. “Seharusnya mereka ikut membantu agar mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.

Edi mengatakan, Satgas Covid-19 Kota Pontianak telah melakukan pengawasan secara terus menerus kepada tempat usaha. Namun masih banyak yang lalai.

Tes uji cepat di tempat usaha yang terbukti terdapat keramaian tanpa menjalankan protokol kesehatan juga sudah dilakukan rutin. “Sanksi bagi pelaku usaha juga sudah dilakukan. Mudah-mudahan upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Pontianak dalam menekan penyebaran virus ke depan bisa menunjukkan hasil positif,” katanya.

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...