Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Warga Gelar Aksi Tuntut Pemprov Kalbar Serius Cegah Karhutla

  • Bagikan
banner 468x60

PONTIANAK, iniborneo.com Puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Lingkungan Kota Pontianak menggelar aksi damai, di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumat (21/9).

Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serius mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengambil langkah-langkah konkret.

banner 336x280

Selain berorasi, massa juga membagikan sebanyak 100 bibit gaharu kepada pengguna jalan.

Samsul Hadi, koordinator aksi mendesak pemerintah daerah dan lembaga terkait, segera membuat regulasi dan langkah-langkah konkret untuk mencegah Karhutla. Dia menilai, program-program sosialisasi yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir tidak optimal, karena Karhutla masih terjadi.

“Sebaiknya jangan banyak sosialisasi. Karhutla butuh langkah konkret,” kata Samsul.

Dia mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla. Minimal dengan tidak membakar lahan sembarangan.

Sebagaimana diketahui, massa bergerak dari Halaman Masjid Al Muhtadin di Komplek Universitas Tanjungpura. Massa kemudian berjalan kaki menuju titik aksi dengan meneriakkan yel-yel sambil membentangkan spanduk dan poster yang intinya meminta kepada oknum ataupun pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan agar dihentikan.

Gusti menambahkan, pembakaran hutan dan lahan berdampak sangat luas mulai dari kesehatan lingkungan, merusak ekosistem dan habitat satwa serta memengaruhi hubungan bilateral dengan beberapa negara tetangga.

“Diharapkan masyarakat Kalimantan Barat pada umumnya bisa menciptakan lingkungan yang hijau,” ungkap Gusti.

Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tahun ini sempat meluas. Total ada empat kota dan kabupaten yang terdampak kejadian tersebut.

Data dihimpun menyebutkan di Kabupaten Ketapang 168 hektare lahan terbakar; Kota Pontianak 94 hektare; Kota Singkawang 2.732 hektare; Sintang 56 hektare terbakar.
Karhutla juga berdampak pada kualitas udara di Kalbar. Sekolah pun terkena dampak akibat kejadian tersebut. (*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *