Sembilan Bulan Pandemi di Pontianak, 300 Karyawan Terkena PHK

0 102

INIBORNEO.COM, Pontianak – Sejak bulan Maret 2020 pandemi masih belum juga berakhir di Kota Pontianak. Imbasnya, terdapat 300 karyawan mengalami Pemutusan Hubungan  Kerja (PHK). Sementara, sekitar 1300 karyawan lainnya mesti bekerja dengan sift dan mengalami pemotongan upah.

“Pandemi covid 19 turut berdampak dengan pergerakan perekonomian di Pontianak, salah satu yang cukup terasa disektor tenaga kerja,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pontianak, Junaidi, pada Jumat 13 November 2020.

Bidang Tenaga Kerja Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pontianak, mencatat terdapat pemutusan hubungan kerja terhadap 300 karyawan selama pandemic berlangsung. Pemerintah kota pun langsung membuat langkah mitigasi dengan mengadakan bursa tenaga kerja.

Terdapat sekitar 1000 lebih lowongan bagi warga Kota Pontianak yang tengah mencari pekerjaan. Harapannya, warga Kota Pontianak yang terkena pemutusan kerja dapat terakomodir dalam bursa tenaga kerja ini. “Bantuan secara stimulan juga masih  diberikan oleh pemerintah pusat. Hal ini Sedikit banyak bantuan itu dapat membantu, terutama bagi karyawan yang di PHK akibat perusahaannya terdampak pandemi covid 19,” tambahnya.

Pengurangan jam kerja karyawan selain menyiasati pembiayaan pengusaha, juga sebagai upaya menjalankan protokol kesehatan. Namun imbasnya, pengurangan jam kerja ini membuat karyawan tidak menerima gaji seperti saat menjalani shift penuh.  “Tadinya terima dua juta rupiah,  karena masuk tidak sebulan penuh hanya mendapatkan gaji sejuta rupiah saya,” katanya.

Sebelumnya, pada April lalu, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Barat telah melakukan advokasi terhadap sejumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dan tenaga kerja yang mendapat pemotongan gaji 50 persen, dampak pandemi COVID-19.

KSBSI mengimbau agar pemerintah dapat memperhatikan nasib para tenaga kerja tersebut. “Jangan sampai karena COVID-19 itu sebagai dasar atau alasan bagi perusahaan untuk melakukan PHK,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) KSBSI Kalimantan Barat, Suherman.

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...