PLN Kalbar Bantu UMKM Bangkit Di Tengah Pandemi

0 217

INIBORNEO.COM, Pontianak – General Manager PLN Kalbar Ari Dartomo mengatakan bahwa masa pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada para pelaku usaha, baik itu usaha besar, menengah ataupun usaha kecil, bahkan tidak sedikit usaha kecil yang mengalami gulung tikar. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha para pelaku UMKM di Kota Pontianak dan sekitarnya, PLN Kalbar melalui program Coorporate Social Responsbility (CSR) “PLN Peduli” menggelar kegiatan pelatihan keterampilan usaha di kampong Literasi Selamat (Kalise) Smart Village Binaan PLN Kalbar.

“Melalui kegiatan ini, Kami ingin membuka wawasan para pelaku UMKM dalam membaca peluang bisnis yang lebih memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang dimasa pandemi ini, tentunya melalui keterampilan usaha yang diajarkan dalam pelatihan,” ungkap Ari.

Berbagai jenis pelatihan keterampilan usaha yang dilaksanakan antara lain ; Keterampilan hantaran pengantin, berbagai kreasi pokok telok, membuat berbagai kreasi makanan tradisional, kerajinan tangan berbahan dasar limbah seperti kertas koran, plastik, sabun, acrilic, dan lain-lain.

Diakui Ari, untuk melaksanakan kegiatan ini pihaknya telah mengeluarkan bantuan melalui dana CSR sebesar 150 juta rupiah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang didapat selama pelatihan untuk membuka peluang usaha baru atau menambah usaha yang selama ini sudah dijalankan agar dapat bertahan dimasa pandemi yang masih terus berlangsung,” terang Ari.

Sementara itu, Annisa Maharani Nasran owner Kalise Smart Village mengatakan bahwa kegiatan yang digelar PLN Kalbar ini sangat diminati para pelaku UMKM yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari antusiasme para pendaftar, dalam 1 minggu waktu pendaftaran dibuka, sudah banyak yang mendaftar.

“Kami terpaksa membatasi jumlah peserta yang ikut pelatihan karena mengikuti anjuran Pemerintah untuk memperhatikan aspek protokol kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Makanya, setiap jenis pelatihan kami batasi pesertanya maksimal berjumlah 20 orang,” jelas Annisa.

Warnida (32), salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa materi yang diajarkan sangat bermanfaat dalam menambah jenis usaha yang selama ini dijalankannya. Wanita cekatan yang selama ini membuat penganan yang dijual di warung-warung kopi di bilangan Sungai Jawi ini mengaku akan menambah jenis kue-kue tradisional yang selama ini dibuatnya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN dan Kalise yang telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini. Ilmu dan keterampilan yang saya dapatkan sangat bermanfaat bagi pengembangan usaha yang selama ini saya jalankan,” katanya.

Comments
Loading...