Pontianak Hujan Es, Begini Penjelasannya

0 342

INIBORNEO, Pontianak – Sekitar pukul 12.30 WIB hari ini telah terbentuk awan cumulonimbus di Kota Singkawang. Awan cumulonimbus ini telah menyebabkan terjadinya angin kencang yang disertai dengan hujan intensitas ringan hingga sedang. Awan ini bergerak sangat cepat, sehingga secara umum wilayah yang dilewati awan cumulonimbus ini hanya sekitar 5 hingga 10 menit saja kejadian angin kencang dan hujannya.

Dari hasil analisa radar cuaca, setelah kota Singkawang, Angin kencang ini bergerak menuju Kab. Bengkayang, Kab. Mempawah, Kab. Landak, Kota Pontianak hingga Kab. Kubu Raya. Tercatat di Stasiun Klimatologi Mempawah kecepatan angin mencapai hingga 20 knot (sekitar 36 km/jam), di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mencapai 23 knot (sekitar 41 km/jam), dan di Stasiun Meteorologi Supadio mencapai 20 knot (sekitar 36 km/jam).

Menurut laporan warga, selain angin kencang juga terjadi hujan es di Kota Pontianak. Hasil analisa menggunakan radar cuaca memang terdapat awan yang sangat kuat yang diindikasikan sebagai hujan es di Kota Pontianak sekitar pukul 13.22 WIB.

Fenomena hujan es/hail merupakan fenomena cuaca alamiah yg biasa terjadi. Kejadian hujan lebat/Es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya atau pada saat terjadi pemanasan yang sangat kuat akibat beberapa hari tidak hujan.

Indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat :
• Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
• Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
• Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
• Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu / hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
• Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
• Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
• Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba – tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
• Jika 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.
Sifat-sifat putting beliung/angin kencang berdurasi singkat
• Sangat lokal
• Luasannya berkisar 5 – 10 km
• Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit
• Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
• Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
• Bergerak secara garis lurus
• Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %
• Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung
• Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.(SK Supadio)

Comments
Loading...