Oknum Polantas Pontianak “Tilang” Siswi SMP di Kamar Hotel

Kapolresta Pontianak Pastikan Kasus Ini Diproses Hingga Tuntas

0 641

INIBORNEO.COM, Pontianak – Siswi SMP berinisial SW bersama YF tertangkap tidak menggunakan helm ganda di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda. Keduanya pun dibawa Pos Garuda untuk ditilang. Namun, bukan penilangan seperti pada umumnya. Salah seorang pelanggar lalu lintas ini justru “ditilang” di kamar hotel.

SW yang masih berusia 15 tahun itu menjadi korban asusila oleh oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satantas) Polresta Pontianak, Brigadir DY. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin pun membenarkan bahwa pihaknya sedang memeriksa oknum Polantas tersebut.

“Saya sampaikan, benar adanya laporan dari masyarakat terkait dengan dugaan perbuatan cabul yang dilakukan salah satu oknum anggota Polresta Pontianak. Saat ini sedang kami dalami. Dan, yang bersangkutan sedang menjalani proses pemeriksaan,” kata Komarudin kepada sejumlah wartawan, Jumat (18/9/2020) malam.

Kasus ini terungkap bermula pada Selasa, 15 September 2020 sore hari korban belum kunjung kembali ke rumah di Kabupaten Mempawah. Orangtua korban yang cemas pun melakukan pencarian. Pihak keluarga bertemu dengan YF, yang sebelumnya mereka bersama-sama berangkat dari Mempawah menuju Kota Pontianak.

Setelah bertemu dengan orangtuanya, korban menceritakan semua yang dialami. Kemudian, Selasa sekira pukul 21.00 Wib, korban bersama orangtua datang ke SPKT Polresta Pontianak untuk melaporkan adanya tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh Brigadir DY.

“Berawal dari sanalah kami lakukan pemeriksaan dan penyelidikan benar atau tidaknya laporan ini. Prosesnya sedang kami jalankan. Yang saya pastikan dan saya jaminkan kepada pelapor, bahwa proses akan kita tindaklanjuti manakala memang hal tersebut terbukti benar,” tegasnya.

Infomasi yang dihimpun di lapangan, awalnya Brigadir DY mengamankan pengendara yang melanggar lalu lintas di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda pada Selasa 15 September 2020 sekitar pukul 15.00 Wib.

Pengendara yang berboncengan tersebut adalah SW dan YF. Salah satu dari mereka ada yang tidak menggunakan helm ganda. Oleh Brigadir DY, keduanya kemudian dibawa ke Pos Garuda. Selanjutnya, korban akan ditilang namun dia menolak. Mendengar ucapan itu, Brigadir DY langsung berkata “Kalau tidak mau nanti ikut Abang. Nanti kawanmu suruh pergi dulu.”

Sekira pukul 16.00 Wib, Brigadir DY kemudian pergi bersama korban/pelanggar berinisial SW tersebut menuju ke arah Hotel Kapuas Darma. Setibanya di sana, Brigadir DY memesan kamar dan langsung membawa SW masuk kamar.

Saat di dalam kamar, Brigadir DY membuka pakaian setengah dinasnya dan langsung menyetubuhi korban. Tak banyak cerita, setelah melakukan perbuatan asusila tersebut Brigadir DY keluar kamar dan meninggalkan korban sendirian di Hotel Kapuas Darma.

Korban kemudian ditemukan oleh keluarga korban dan YF yang memang sedang mencarinya. Kesal dengan perbuatan ini, korban dan orangtuanya pun memutuskan untuk membuat laporan pidana umum dan secara kedinasan.

Hingga saat ini, Brigadir DY masih menjalani proses pemeriksaan. “Sudah kita amankan (Brigadir DY) terhitung Selasa malam. Sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kepada korban saat itu juga kita mintakan visum. Hasilnya masih kita tunggu dari dokter,” tutup Komarudin. (oxa)

Comments
Loading...