Menu
Ini Borneo
banner 728x250

More Than Work, Film Yang Menceritakan Diksriminasi Pekerja Perempuan Media

  • Bagikan
banner 468x60

INIBORNEO, Pontianak – Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) menggelar malam apresiasi karya pemutaran film More Than Work yang disutradarai oleh Luviana, seorang mantan jurnalis Metro TV, pada 12 September 2019 di Balai Pelestarian Nilai Budaya, Pontianak.

Film More Than Work menceritakan bagaimana perempuan yang bekerja di media mendapat perlakukan tidak adil. Film ini membawa kisah tiga tokoh penting, salah satunya Kumalasari, perempuan yang berkerja sebagai pemain hiburan. Ia yang telah berkarir lebih dari sepuluh tahun mendapat diskriminasi mengenai tubuhnya dan harus mengeluarkan biaya besar agar tetap mendapat tempat di media.

banner 336x280

“Kumalasari itu selalu punya pikiran, kalo kamu gemuk kalo kamu item berarti gak cantik, yang kemudian membuat ia harus merubah tubuhnya menjadi berbeda hanya untuk mendapatkan peran,” ujar Luvi saat disambungkan dari telepon genggam.

Luvi menjelaskan alasannya membuat film ini karena ia melihat bahwa selama satu dekade ke belakang tidak ada film yang mengangkat tentang pekerja perempuan media. Ia menambahkan juga bahwa perempuan kerap mendapatkan penilaian atas tubuhnya sehingga tidak bisa hidup sesuai dengan pilihannya. Film ini diharapkan bisa menjadi salah satu petunjuk bagaimana media meranahkan penilaian-penilaian pada tubuh perempuan

“Kata kuncinya adalah penting dan menarik, karena kalo kita gak memasukkan kata kunci ‘perempuan seksi’, ‘perempuan cantik’, ratingnya rendah sekali,” ujar Dian Lestari, Kordinator Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK).

Maka ketika yang menjadi tujuan utama adalah menggaet ketertarikan pangsa pasar, jangan heran jika produk media yang dibuat adalah berita-berita yang membahas tentang eksploitasi tubuh perempuan, tukas Dian yang hadir sebagai pembicara di malam apresiasi karya film More Than Work.

“Saya membuat film ini karena saya berharap pada media, karena pilar-pilar media tidak boleh roboh,” tutup Luvi diakhir pembicaraan.(*)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *